Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 
Pilgub
KPU dan Gubernur Lampung Disarankan Tunggu Revisi UU Pemda
Thursday 01 Nov 2012 09:22:21

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kemendagri, Reydonnyzar Moenek (Foto: Ist)
JAKARTA, Berita HUKUM - Kementerian Dalam Negeri menyarankan Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Lampung dan Gubernur Lampung Sjachroedin ZP menunggu revisi UU Pemda dan Pilkada sebagai solusi polemik jadwal pemilihan gubernur.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kemendagri Reydonnyzar Moenek mengatakan, pihaknya tidak memiliki upaya lain untuk menuntaskan sengketa jadwal pilgub Lampung.

“Memang kedua belah pihak, baik KPU Lampung dan Gubernur Lampung masih belum ada titik temu soal pilgub. Kami hanya bisa memberikan usul agar mereka menunggu tuntasnya revisi UU Pemda dan Pilkada,” kata Reydonnyzar di kantornya, Rabu (31/10).

Menurut Reydonnyzar, UU Pemda dan Pilkada yang telah disahkan di DPR nantinya jadi justifikasi hukum pelaksanaan pilkada di seluruh Tanah Air, termasuk Pilgub Lampung.

Sebelumnya, KPU Lampung tetap minta pilgub digelar pada 2013. Sementara Gubernur Lampung Sjachroedin ZP, menginginkan pemilihan gubernur dimundurkan ke tahun 2015.(rm/ipb/bhc/rby)


 
Berita Terkait Pilgub
 
Awasi Pemilihan Wakil Gubernur!
 
Komite Rakyat Nasional: Pak Dedi Mulyadi Menggambarkan Sosok Seorang Pancasilais
 
Pilgub Lampung: Kandidat Mulai Bidik Pasangan Masing-Masing
 
Figur Rustringsih Bumerang Untuk Dinasti Karno
 
H -3 Undangan Pemilukada Sumut Belum Sampai ke Masyarakat Sunggal
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Roy Suryo menang di Praperadilan, PN Jaksel nyatakan penangkapan hingga penahanan kasus ijazah Jokowi tidak sah
Defisit APBN 2025 jebol, DPR ramai-ramai kritik pemerintah
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Pemerintah diminta audit ulang kerugian Rp 600 triliun akibat under-invoicing ekspor sawit
Purbaya sebut IKN terlalu sepi jadi pusat finansial internasional
Sinyal keterlibatan Menhut Raja Juli dalam kasus korupsi Bupati Kuansing Suhardiman Amby
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]