Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Pemilu    
 
Pemilu 2014
KPU Ancam Pecat Oknum yang Terlibat Kecurangan Pemilu
Tuesday 15 Apr 2014 01:48:28

Ilustrasi. Komisioner KPU, Ferry Kurnia Rizkiyansyah.(Foto: BH/put)
JAKARTA, Berita HUKUM - Komisioner Komisi Pemilihan Umum, Ferry Rizky Kurniansyah menyebut hari ini ada pencoblosan ulang di Nusa Tenggara Timur dan Indramayu, Jawa Barat. Dia mengklaim 80 persen dari sekitar 500-an tempat pemungutan suara yang sudah melakukan Pemilu Legislatif ulang.

"80 persen sudah melakukan Pemilu ulang dari total 500-an lebih TPS ya dari 17 provinsi. Kalau hari ini ada 33 TPS di NTT dan Indramayu. Besok Selasa di Cianjur. Saya enggak hafal jumlah TPS pastinya," kata Ferry saat ditemui di Gedung KPU, Jalan Imam Bonjol, Senin (14/4).

Dia menekankan, pihaknya bakal memberikan sanksi tegas terkait oknum penyelenggara Pemilu yang terlibat dalam kecurangan. Kalau terbukti urusan pidana, sanksi pemecatan bakal diterapkan KPU. Menurutnya, persoalan ini sudah masuk ranah etik dan yang terlibat harus diproses dengan tegas.

"Kami tidak ada ampun untuk proses pidana terkait pelanggaran dalam penyelenggaraan pemilu. Jadi, taruhannya pecat dan masuk ranah pidana," ujar mantan komioner KPU Jawa Barat itu.

Disinggung kelanjutan penyelidikan Pemilu ulang di 22 tempat pemungutan suara (TPS) di Desa Banteng, Kecamatan Ciampea, Bogor, Ferry mengaku pihaknya bersama Polres Bogor masih mendalami kasus ini. Pemilu ulang ini sendiri terjadi setelah ada ratusan surat suara yang telah tercoblos sebelum pemungutan suara dilakukan.

Proses Pemilu ulang sendiri di 22 TPS itu sudah dilakukan Ahad, kemarin. Begitu ditanya kemungkinan keterlibatan masyarakat setempat Ciampea dan calon legislator setempat, dia enggan berspekulasi. "Itu kan masuk ke ranah polisi. Kami juga masih tunggu," sebutnya.(detik/bhc/sya)


 
Berita Terkait Pemilu 2014
 
Sah, Jokowi – JK Jadi Presiden dan Wakil Presiden RI 2014-2019
 
3 MURI akan Diserahkan pada Acara Pelantikan Presiden Terpilih Jokowi
 
Wacana Penghapusan Kementerian Agama: Lawan!
 
NCID: Banyak Langgar Janji Kampanye, Elektabilitas Jokowi-JK Diprediksi Tinggal 20%
 
Tenggat Pendaftaran Perkara 3 Hari, UU Pilpres Digugat
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja
Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal
Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat
Satelit Lampung-1 milik perusahaan China siap diluncurkan, apa manfaat dan risikonya?
Rakyat berhak jadi hakim kinerja Menteri Prabowo, Emrus: Jangan hindari kabinet bayangan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]