Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

White Crime    
 
Kasus Wisma Atlet
KPK Pastikan Konfrontasi Nazarudan dan Angelina
Wednesday 21 Dec 2011 18:16:45

KPK makin tajam bidik Angelina Sondakh (Foto: Ist)
JAKARTA (BeritaHUKUM.com) – Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad memastikan segera melakukan konfrontasi terhadap Muhammad Nazaruddin dengan Angelina Sondakh. Namun, belum dapat dipastikan waktunya.

"Pasti (dikonfrontasi Nazaruddin dan Angelina). Tapi harus menunggu waktu. Semua yang dianggap bersalah, pasti diperiksa dan dijadikan tersangka, asalkan ada alat bukti yang kuat," kata dia kepada wartawan di Jakarta, Rabu (21/12).

Namun, ia kembali enggan membeberkan soal jadwa rencana konfrontasi terhadap Nazaruddin dan Angelina itu. Tapi dirinya takkan tebang pilih dalam menangani kasus korupsi proyek pembangunan wisma atlet SEA Games XXVI/2011 tersebut. Politisi Partai Demokrat itu akan dijadikan tersangka, bila memang memenuhi dua alat bukti.

Abraham buka kartu bahwa sebenarnya, saat ini KPK tengah intensif mencari bukti keterkaitan Angelina Sondakh dalam kasus tersebut. “Tidak usah khawatir. Pokoknya semua orang yang terlibat akan kami jadikan tersangka. Pokoknya jangan khawatir, equality before the law," tegasnya.

Ia juga mempertegas sikap yang sama atas kasus lainnya. Begitu pula dengan penanganan skandal bailout Bank Century senilai Rp 6,7 triliun. “Siapa pun yang bersalah dan layak dijadikan tersangka, takkan tebang pilih. Tapi KPK harus tetap berdasar dua alat bukti," tandas pengganti Busyro Muqoddas itu.(tnc/spr)


 
Berita Terkait Kasus Wisma Atlet
 
Pernyataan Yulianis, Diduga Fahri Hamzah Ikut Kecipratan Uang dari Nazaruddin
 
Elza Syarief: M Nazaruddin Akan Beberkan 30 Kasus Korupsi Baru Ke KPK
 
Lengkapi Berkas Anas, KPK Garap Angie
 
Kalah Banding di Pengadilan Tinggi, KPK Berniat Banding Hingga ke MA
 
KPK Telusuri Keterlibatan Gubernur Alex Noerdin
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Begini Sibuknya Polri Distribusikan Bantuan Logistik Kapolri untuk Korban Gempa di Flores
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Untitled Document

  Berita Utama >
   
SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]