Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

White Crime    
 
Buntut Pembacokan Jaksa Sistoyo
KPK Akan Perketat Pengawalan Bagi Terdakwa
Wednesday 29 Feb 2012 20:00:11

Jaksa nonaktif Sistoyo, saat usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK Jakarta, beberapa waktu lalu (Foto: BeritaHUKUM.com/RIZ)
JAKARTA BeritaHUKUM.com) – Jaksa nonaktif Sistoyo tiba-tiba dibacok seseorang tak dikenal. Peristiwa ini terjadi, saat ia memberikan pernyataan kepada wartawan, usai persidangan kasusnya yang berlangsung di gedung Pengadilan Tipikor, Bandung. Ia pun mengalami luka cukup serius di bagian mukanya.

Atas kondisi yang dialami terdakwa kasus dugaan suap tersebut, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berjanji akan melakukan pengawalan lebih ketat terhadap para terdakwa. Langkah ini akan dilakukan, baik sebelum maupun sesudah menjalani persidangan perkaranya itu.

"Peristiwa ini sangat memprihatinkan. KPK akan intropeksi ke dalam, terkait dengan pengawalan tahanan. Mungkin ke depannya lebih diperketat. Dengan penambahan pengawal. Petugas KPK memang snagat terbatas, tapi akan kami lakukan pengawalan maksimal,” kata Karo Humas KPK Johan Budi SP yang dihubungi wartawan di jakarta, Rabu (29/2).

Selama ini, terdakwa di persidangan selalu mendapat pengamanan maksimal dan dikawal oleh pengawal dari KPK dan Kepolisian. Pengawalan terhadap Jaksa Sistoyo menjadi tanggungjawab KPK, karena merupakan tahanan lembaga anti korupsi tersebut.

"Kita belum mengetahui masalah yang berkaitan dengan insiden penyerangan yang dilakukan pengunjung sidang itu. Tapi, kalau pengunjung persidangan seharusnya diperiksa juga, karena tidak boleh membawa senjata tajam. Kasus ini diharapkan segera ditangani oleh pihak kepolisian untuk diusut secara tuntas," tegasnya.

Menurut dia, KPK sendiri juga mengaku terkejut mendengar insiden pembacokan kepada Jaksa Sistoyo itu. Pasalnya, sebelum menjalani persidangan ini, terdakwa Sistoyo tidak pernah menerima ancaman apa pun yang ditujukan kepadanya. “Kasus pembacokan ini tidak bisa diprediksi, karena dia tidak ada mendapat ancaman,” tandasnya.

Dari Bandung, Kasubag Humas Polrestabes Bandung, Kompol Endang Sri Wahyu Utami mengatakan, pembacok jaksa nonaktif Sistoyo itu mengaku bernama Dedi Sugarda yang merupakan anggota LSM Masyarakat Pemerhati Aparat Negara Mapan). Ia ternyata merencanakan tidak hanya membacok Sistoyo, tapi juga jaksa Cyrus Sinaga. .

Pelaku pembacokan, kata dia, sudah lama memperhatikan kasus korupsi yang terjadi di Indonesia. Bahkan, ia juga berniat mencelakai jaksa lain yang juga tersandung kasus korupsi. Dedi Sugarda sempat ingin pergi ke Jakarta dengan tujuan untuk membacok jaksa nonaktif Cirus Sinaga. “Tapi karena sudah dituntut, jadi dialihkan kepada jaksa Sistoyo,” kata Endang.

Pelaku pembacokan jaksa nonaktif Sistoyo diduga gerah dengan maraknya kasus korupsi yang terjadi di Indonesia. Dedi Sugarda melakukan hal itu untuk memberikan shock therapy kepada pelaku korupsi. “Diduga karena sakit hati, karena tidak suka dengan kasus korupsi,” imbuh pewira menengah Polri itu.

Jaksa nonaktif Sistoyo merupakan terdakwa kasus suap. Ia diduga menerima suap yang berkaitan dengan perkara yang ditanganinya di Pengadilan Cibinong. Ia ditangkap KPK pada 21 November 2011 lalu. Dia kedapatan bersama dua pengusaha saat disuap Rp 100 juta halaman gedung Kejari Cibinong, Jawa Barat.(dbs/spr/sep)


 
Berita Terkait Buntut Pembacokan Jaksa Sistoyo
 
• KPK Akan Perketat Pengawalan Bagi Terdakwa
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pergantian Kapolri, Suyudi Ario Seto Resmi Pimpin Korps Bhayangkara Gantikan Listyo Sigit Prabowo
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]