Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 
Pilpres
KH Ma'ruf Amin, Hadiri Doa Bersama untuk NKRI bersama Ratusan Relawan Unicorn
2019-05-01 11:41:43

KMA dan istri Nyai Wuri Estu Handayani, foto bersama Relawan Unicorn di Cibeber, Jakarta Selatan.(Foto: BH /na)
JAKARTA, Berita HUKUM- Calon Wakil Presiden nomor urut 01 KH Ma'ruf Amin menghadiri doa bersama untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI ). Acara ini juga sebagai bentuk silaturahmi dengan para relawan.

Berdasarkan Pantauan Pewarta BeritaHUKUM.com , KH Ma'ruf Amin beserta istri Nyai Wuri Estu Handayani tiba di kediaman Relawan Unicorn pada pukul 11:00 WIB.

Hingar bingar dukungan profesional muda yang tergabung dalam Komunitas Profesional Peduli Keuangan (KPPTK) ini mulai terjadi pada H-90. Tepatnya pada acara Seminar Nasional Teknologi dan Inovasi untuk Masa Depan Keuangan Islam, yang digelar pada 13 Februari 2019 di Bursa Efek Indonesia. Dimana KH.Ma'ruf Amin (KMA) sebagai Keynote Speaker, dan acara di buka oleh Menkominfo, Rudiantara.

Relawan Unicorn yang digagas oleh Yulian Hadromi sebagai ketua kordinator, Adeviyanti Heryadi Indrakusuma, Tamunan, Adrian dan Yusuf Doi ini, bertujuan untuk menampilkan sosok KMA yang tidak hanya figur ulama saja , tetapi beliau dikenal sebagai ahli ekonomi khususnya Ekonomi Syariah.

Ketua koordinator Relawan Unicorn, Yulian Hadromi mengungkapkan bahwa figur KMA sangat penting bagi perekonomian di Indonesia, terkhusus perekonomian syariah yang lebih merangkul masyarakat kecil.

"KMA akan merangkul dunia usaha di lingkungan masyarakat kecil, caranya lewat ekonomi syariah yang menyentuh ekonomi kerakyatan," kata Yulian saat memberikan sambutan dalam acara doa bersama di kediamannya, Cibeber, Jakarta Selatan

Sementara itu, dukungan dan ucapan terima kasih pun dihaturkan oleh KMA kepada Relawan Unicorn yang disampaikan dalam sebuah video yang berdurasi 01:44 menit.

Dalam video tersebut, KH Ma'ruf menyampaikan terima kasih dan penghargaan atas dukungan dari Unicorn untuk Paslon nomor urut 01.

Selain itu, KH Ma'ruf Amin juga berharap kepada Relawan Unicorn, agar bisa berusaha menangkal hoax dan fitnah.

Dalam proses masa kampanye, Relawan Unicorn ini bersifat mandiri, swadaya dan swadana. Baik pengadaan logistik alat peraga kampanye maupun akomodasi pergerakannya.

Hal ini terlihat pada kampanye Akbar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK). Sebanyak 200 Relawan Unicorn turut serta dalam kampanye penutup dengan tema 'Konser Putih Bersatu #BerengJokowi'

Tak hanya itu saja, unicorn juga akan mengadakan nonton bareng (Nobar) Debat Capres bersama para bloger, vloger, dan influencer di salah satu cafe di bilangan Jakarta Selatan.

Terakhir, Relawan Unicorn mengadakan doa bersama untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Silaturahmi bersama Cawapres KH Ma'ruf Amin beserta Bu Nyai Wuri Estu, yang diselenggarakan di rumah Yulian Hadromi, kordinator Relawan Unicorn di kawasan Cibeber Kebayoran Baru, Sabtu (27/4)

Acara yang dihadiri hampir 200 orang Relawan ini, berlangsung khidmat dan mmenyenangkan. Para Relawan mendapatkan kesempatan untuk foto bersama KMA.

Bahkan salah satu stasiun TV swasta pun turut menayangkan acara ini secara live. Dalam sambutan dihadapan Relawan Unicorn dan Awak Media, KMA mengucapkan terima kasih atas dukungan Relawan Unicorn dari awal sampai acara puncak, yakni syukuran.

Selain itu, KMA juga mengatakan bahwa hendaknya masyarakat bersabar dalam menunggu hasil rekapitulasi real count dari KPU. Beliau juga menjelaskan bahwasanya saat ini dirinya masih belum terpilih.

"Syukuran, tentu bukan karena saya terpilih, karena saya belum terpilih, makanya jangan bilang Ma'ruf Amin wapres dulu. Jangan, tapi siap-siap jadi wapres. Nanti kalau sudah ketetapan KPU, baru sah menjadi wapres," jelas KH Ma'ruf Amin.

KMA juga meminta kepada Relawan dan peserta pemilu 2019 bersikap dewasa dalam menghadapi kemenangan atau kekalahan.

"Jangan kayak anak kecil di kampung berburu layangan, kalau gak dapat dirusaki biar semua gak dapat. Kalau layangan rusak cuma segitu, tapi kalau negara, hancur lebur 260 juta orang. Kasihan anak cucu kita," tutup KH Ma'ruf Amin.

Acara doa bersama dan silaturahmi ini, diawali dengan istigoshah dan doa bersama yang dipimpin oleh Abuya Mutadi Dimyathi, ulama kharismatik dari Banten.(bh/na)


 
Berita Terkait Pilpres
 
Sepiring Berdua, Ngapain Ada Pilpres?
 
Langkah Kuda Hitam Mega
 
Harus Diakui Kehebatan Mereka dalam Fabrikasi Pengalihan Isu
 
Demi Keutuhan NKRI, Jokowi-Titiek Soeharto Jadi Rekonsiliasi Politik Damai
 
PKS: Lebih Baik Prabowo Nyatakan sebagai Oposisi ke Jokowi
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index




  Berita Terkini >>
 
SOKSI, FKPPI dan Pemuda Pancasila Dukung Bamsoet Ketum Golkar Periode 2019-2024
FAM Kaltim Desak Kejati Usut Tuntas Dana Hibah Perusda AUJ, Seret Dugaan Mantan Walikota
Polsek Limboto Barat Amankan 45 Botol Miras Cap Tikus dan Para Pasangan Muda Mudi
SOKSI Dukung Airlangga Hartarto Memimpin Kembali Partai Golkar Periode 2019-2024
Komisi II DPRD Kaltim Konslutasi ke Kementrian ESDM
Kapolda Targetkan Ada Perwakilan Putra Putri Gorontalo Diterima di AKPOL
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Wahh, Total Utang Rp 40 Triliun, Benarkah Kasus BUMN Jiwasraya Seseram Ini?
Aturan Munas Partai Golkar Tidak Boleh Bertentangan dengan Pasal 50
Komentar Beberapa Tokoh terkait Penolakan Ahok Menjadi Pejabat BUMN
ASPEK Indonesia: Menaker Mau Hapus UMK Kabupaten/ Kota, Dipastikan Rakyat Makin Miskin
Tuntaskan PR BPJS Kesehatan, Rakyat Jangan Dibebani Defisit BPJS
Baru Dipolemikkan, Tiba-tiba Sri Mulyani Sebut Desa Fiktif Sudah Hilang
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]