Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Eksekutif    
 
Pulau Natuna
Jokowi Saksikan Langsung Latihan Tempur Angkasa Yudha 2016 di Natuna
2016-10-07 05:50:41

Presiden Jokowi didampingi Panglima TNI dan KSAU saat melakukan peninjauan Static Show Peralatan Tempur dalam Latihan Tempur Angkasa Yudha 2016 di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, Kamis (6/10).(Foto: BH /yun)
NATUNA, Berita HUKUM - Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo (Jokowi) mengunjungi Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulaun Riau dalam rangka mengawali agenda kunjungan kerja bulan Oktober dan menyaksikan secara langsung para pasukan tempur melakukan Latihan puncak Angkasa Yudha TNI AU tahun 2016.

Jokowi diagendakan melakukan tinjauan di sejumlah titik di Natuna. Setibanya di Bandar Udara Ranai, Jokowi melakukan peninjauan Static Show Peralatan Tempur. Usai mendapat paparan, Presiden akan langsung menuju panggung acara untuk menyaksikan Manuver Latihan Tempur Angkasa Yudha 2016.

Presiden Jokowi meninjau alutsista (alat utama sistem persenjataan) milik TNI Angkatan Udara (AU), dan menuju lokasi parkir pesawat tempur Sukhoi Su-27/30 di Apron Bandar Udara Rinai.

Presiden menaiki pesawat tersebut untuk melihat dan memeriksa kecanggihan kokpit SU-30 dan menyempatkan diri untuk duduk di dalamnya dengan mengenakan helm tempur pesawat Sukhoi beberapa saat.

Presiden setelah turun dari pesawat dilakukan penyematan Wing Kehormatan oleh Kepala Staf Angkatan Udara. Setelahnya, Presiden Jokowi berjalan meninjau 'static show' peralatan tempur yang digunakan dalam Latihan Tempur Angkasa Yudha 2016.

Tampak dari pantauan pewarta BeritaHUKUM.com di lokasi acara, belasan pesawat tempur TNI AU, antara lain Sukhoi 27/30 MK dan F-16 Fighting Falcon unjuk kekuatan di hadapan Presiden Jokowi dalam Latihan Tempur di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, Kamis (6/10). Jokowi yang didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo beserta Panglima TNI dan KSAU menyaksikan latihan dengan skenario pertempuran saling kejar atau dog fight oleh satu Sukhoi Su 30 dan dua F-16.

Selain itu, pesawat Hawk 100/200 dan T50i Golden Eagle serta EMB-314 Super Tucano juga melakukan unjuk kekuatan dengan melakukan pemboman ke sasaran di Laut Natuna. Usai pemboman selesai dilakukan, Jokowi juga menyaksikan penerjunan statis dan dinamis oleh Pasukan Khas Angkatan Udara yang melakukan latihan pengamanan daerah dengan menumpang pesawat cargo, yaitu dua CN-295 serta enam C-130 Hercules. TNI AU juga melakukan penembakan ke sisa sasaran di laut menggunakan meriam Oerlikon dan QW3.

Lalu,beberapa unit Helikopter Super Puma juga melakukan latihan pengamanan evakuasi dan pertolongan kepada pilot yang disimulasikan telah eject dari pesawat tempur. Dalam kesempatan yang sama Presiden mendapatkan penganugerahan Lencana Wing Kehormatan TNI AU dan meresmikan Terminal Bandar Udara Ranai, yang terletak di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau.(bh/yun)


 
Berita Terkait Pulau Natuna
 
Beijing Peringatkan Amerika Tidak Ikut Campur Konflik Laut China Selatan
 
China Rilis Peta Terbaru Caplok Wilayah Sengketa - India 'Protes Keras', Bagaimana dengan Indonesia?
 
China Semakin Agresif, Wakil Ketua MPR: Saatnya Indonesia Menyiapkan Militer Skala Penuh
 
China Minta Hentikan Pengeboran Natuna, Indonesia Perlu Tegas
 
Fadli Zon Ungkap Maksud Jahat China di LCS, Mau Mengambil Wilayah Kedaulatan RI
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]