Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Pidana    
 
Ijazah Jokowi
Jokowi Akhirnya Laporkan soal Tudingan Ijazah Palsu ke Polisi, 5 Inisial Terlapor Disebut
2025-04-30 22:15:57

Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) didampingi kuasa hukumnya saat memberikan keterangan seusai melaporkan tudingan ijazah palsu ke Polda Metro Jaya.(BH/amp)
JAKARTA, Berita HUKUM - Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) akhirnya melaporkan sejumlah pihak terkait tudingan ijazah palsu ke kepolisian di Polda Metro Jaya, pada Rabu (30/4).

"Kami baru selesai mendampingi Pak Jokowi (Joko Widodo) untuk membuat pengaduan atau pelaporan (ke Polda Metro Jaya) terhadap dugaan tindak pidana yang dilakukan oleh beberapa pihak," kata Yakub Hasibuan, kuasa hukum Jokowi, seusai pelaporan.

Yakub menyebut, sejumlah barang bukti sudah diserahkan ke penyidik. Adapun terlapor sebanyak lima (5) orang.

"Jadi terlapornya itu semua nanti dalam lidik, tapi tentunya dalam semua rangkaian peristiwa, itu kita sudah sampaikan kepada para penyidik, semua barang-barang bukti-bukti yang sudah kita sampaikan, peristiwa-peristiwanya ada 24 video ya, sekitar 24 objek yang Pak Jokowi sudah laporkan juga, ya itu juga diduga dilakukan oleh beberapa pihak," bebernya.

"Ya mungkin inisialnya kalau boleh saya sampaikan, ada RS, RS, kemudian ES, ada juga T, ada inisial K juga," sebut Yakub menambahkan.

Terkait pengaduan tersebut, Yakub mengatakan, pihaknya mengadukan para terlapor dengan sangkaan pasal terkait dugaan pencemaran baik dan Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

"Jadi pasal yang kita duga dilakukan itu ada 310, 311 KUHP, ada juga beberapa pasal di Undang-Undang ITE, antara lain 27A dan juga pasal 32 dan pasal 35 Undang-undang ITE. Itu semua sudah disampaikan," ungkapnya.

"Karena itu sudah masuk pokok perkara, kami menghormati proses penyidikan, sehingga kami menyerahkan kepada pihak penyidik nanti, yang menjelaskan pada saat waktunya yang tepat lah," sambung dia.

Lanjut Yakub, pengaduan ini diharapkan dapat segera menuntaskan persoalan yang dihadapi oleh kliennya (Jokowi).

"Agar semuanya terang-benderang, agar kebenaran dapat terlihat, dan agar nama baik Pak Jokowi dan nama baik rakyat Indonesia dapat dipulihkan dan dijaga juga. Sehingga hal ini tidak terjadi lagi," pungkasnya.

Sementara itu, Jokowi mengungkapkan alasannya mengapa baru melaporkan masalah itu sekarang.

"Ya dulu kan masih menjabat saya pikir sudah selesai, ternyata masih berlarut-larut, sehingga dibawa ke ranah hukum akan lebih baik," kata Jokowi menjawab pertanyaan wartawan.

Seperti diketahui, tudingan ijazah palsu Jokowi memicu kegaduhan di lingkungan akademik UGM (Universitas Gajah Mada), warga kota Solo (Jawa Tengah), hingga sekitar kediaman Jokowi dan masyarakat luas. Disebut beberapa pihak diduga aktif menyebarkan narasi soal keabsahan atau keaslian ijazah Jokowi di ruang publik. Salah satunya diduga dari pakar IT/ahli telematika inisial RS.(bh/amp)


 
Berita Terkait Ijazah Jokowi
 
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Diminta AS mengakui Israel, begini sikap tegas Pakistan
PDIP persilakan Jokowi keliling Indonesia: Tunjukkan ijazah asli!
4 WNA asal China Ditangkap Terkait Dugaan Tambang Ilegal di Papua
KPK Tangkap 1.880 Pelaku Korupsi Selama 22 Tahun Berdiri
Gedung 13 Lantai RS Roemani Resmi Berdiri, Muhammadiyah Dobrak Mitos Angka Horor!
Prabowo sentil 'Hijau-Cokelat' jadi beking pelanggar hukum
Untitled Document

  Berita Utama >
   
4 WNA asal China Ditangkap Terkait Dugaan Tambang Ilegal di Papua
Prabowo sentil 'Hijau-Cokelat' jadi beking pelanggar hukum
Pidato Presiden Tunjukkan Komitmen Pemerintah Jaga Stabilitas Ekonomi
Aliansi PHPI Sorot Kinerja Polda Metro, Proses Hukum Kasus Pelecehan Seksual 3 Wanita Tak Kunjung Tuntas
Polri Amankan 321 WNA Operator Judi Online Scam Jaringan Internasional di Kawasan Hayam Wuruk
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]