Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

White Crime    
 
Abraham Samad
Johan Budi Bantah Isu Pimpinan KPK Abraham Samad Bocorkan Dokumen Hambalang
Thursday 21 Feb 2013 23:47:51

Johan Budi SP, Juru Bicara KPK saat menggelar jumpa pers di gedung KPK, Kamis (21/2).(Foto: BeritaHUKUM.com/put)
JAKARTA, Berita HUKUM - Menanggapi bocornya sprindik milik KPK terkait status Anas Urbaningrum dalam aliran dana kasus Hambalang, Komite Etik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera dibentuk pekan depan.

"Tidak benar isu-isu itu, bahwa Abraham Samad yang membocorkan dokumen itu, pekan depan akan mulai dibentuk tim Komite Etik," ujar Johan Budi, Kamis (21/2).

Karena kesimpulan dari tim penyidik internal dan sudah bekerja selama hampir dua minggu, "maka tim investigasi KPK menyimpulkan akan segera dilakukan penyidikan oleh tim Komite Etik," tambah Johan Budi.

Pembentukan Komite etik bukan berarti kesimpulan ada kebocoran dari KPK. Apakah kebocoran dilakukan olah unsur pimpinan dari KPK atau tidak?, "bukan sekedar pegawai, semua pimpinan akan menelusuri lebih jauh. Setelah dua pekan, akan segera dibentuk, anggotanya bisa 5 sampai 7 orang dan akan ada pimpinan KPK di situ," katanya Johan Budi.

Dan dari internal pasti lebih banyak yang akan berada di Komite Etik. Dari luar KPK, tentu ada orang-orang yang mempunyai kredibelitas dan integritas yang baik dan mumpuni.

"Yang memutuskan Komite Etik, bila pimpinan yang melakukan pembocoran, semua akan ditanyai oleh komite etik," pungkasnya.(bhc/put)


 
Berita Terkait Abraham Samad
 
Abraham Samad: Pemanggilan SBY Hanya Sebagai Saksi Meringankan
 
Abraham Samad: Susah Cari Pemimpin Amanah, Cenderung Otoriter
 
Abraham Apresiasi Bantuan Masyarakat Indonesia
 
Abraham Samad: Indonesia Perlu Buat UU Perlindungan Aset
 
Wiwin Sekpri Abraham Samad Resmi Dipecat, Sespim Gantikan Sementara
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Ketua BEM FH UBK mengaku terima uang Rp20 juta usai demo bertemu Gibran, ini rincian aliran dananya
Heboh dugaan suap ketua BEM FH UBK jadi tanda wapres menunggangi demonstrasi mahasiswa
Korupsi BGN, Kejagung tolak permohonan justice collaborator Sony Sanjaya
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]