Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Jepang
Jepang Utus Kapal Perang Terbesar untuk Kawal Kapal Logistik AS
2017-05-02 06:43:13

Izumo, yang sanggup mengangkut sembilan helikopter, merupakan kapal perang terbesar Jepang.(Foto: Istimewa)
JEPANG, Berita HUKUM - Jepang mengutus kapal perang terbesarnya untuk mengawal kapal logistik Amerika Serikat yang hendak mengisi bahan bakar armada Angkatan Laut AS di Asia Timur.

Operasi pengutusan Izumo, nama kapal pengangkut helikopter tersebut, adalah yang perdana sejak parlemen Jepang meloloskan undang-undang baru pada 2015 yang membuat pemerintah berwenang melindungi sekutu dalam ancaman serangan.

Keputusan itu diambil setelah Korea Utara mengancam akan menenggelamkan armada kapal AS, yang terdiri dari kapal induk AS USS Carl Vinson, kapal selam USS Michigan, dan beberapa kapal lain.

Kantor berita Kyodo melaporkan Izumo telah meninggalkan pangkalannya di Yokosuka, sebelah selatan Tokyo. Dari sana, kapal sepanjang 249 meter yang bisa mengangkut sembilan helikopter itu akan mengawal kapal logistik AS hingga ke Shikoku di bagian barat Jepang.

jepangHak atas fotoREUTERS TV
Image captionStasiun Jepang menayangkan ketika Izumo meninggalkan Pelabuhan Yokosuka.

Pengutusan Izumo berlangsung setelah kapal itu turut dalam serangkaian latihan gabungan yang melibatkan berbagai kapal dari AS, Korea Selatan, dan beberapa negara Barat, seperti Inggris dan Prancis.

Latihan tersebut digelar menyusul ketegangan di Semenanjung Korea.

jepangHak atas fotoREUTERS
Image captionKapal induk AS, USS Carl Vinson, terlihat di perairan sebelah selatan Jepang, pada Sabtu (29/04).

Undang-undang yang melandasi pengutusan Izumo dalam operasi di luar latihan militer, menuai kritik di Jepang. Undang-undang itu dinilai melanggar konstitusi Jepang yang bersifat pasifis usai Perang Dunia II.

Mereka juga menekankan bahwa undang-undang semacam itu dapat menuntun Jepang menuju peperangan yang tak perlu.(BBC/bh/sya)



Share : |

 
Berita Terkait Jepang
Serangan Gelombang Panas di Jepang Pecahkan Rekor, 77 Meninggal
Banjir dan Longsor Menghantam Jepang, Korban Meninggal Capai 100 Orang
Jepang Utus Kapal Perang Terbesar untuk Kawal Kapal Logistik AS
PM Jepang Kunjungi Pearl Harbor Sampaikan Duka Cita
Barack Obama Jadi Presiden AS Pertama yang Kunjungi Hiroshima
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Rapat Paripurna DPRD Kaur Menyetujui 7 Raperda Tahun 2018
Pemprov DKI Jakarta Adakan Penghapusan Sanksi Administrasi Tiga Jenis Pajak
DPR Komitmen Segera Selesaikan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual
Indonesia Lahir dari Kegiatan Berpikir, Bukan Infrastruktur Bangunan
Kritik dan Tertawai Cetak Uang Braille, TKN Jokowi - Ma'ruf Sangat Below Standar Pengetahuan
Ekspedisi Mobil Listrik Blits Singgah di Pemkab Kaur dan Disambut Gembira
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Sekber Pers Indonesia: Tangkap Pelaku Pembunuh Wartawan Dufi!
Jenazah Dufi, Korban Dalam Drum Dimakamkan di TPU Semper Cilincing
Peserta Kirab Pemuda 2018 Diharapkan Mampu Berimajinasi, Jangan Berhenti Menulis dan Membaca tentang Indonesia
Jokowi Izinkan Asing Kuasai 100 Persen Saham di 54 Industri Lagi
KSPI Mendesak Semua Provinsi Tetapkan UMK di Atas PP 78/2015
Wakapolda Metro Jaya: Motif Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi karena Sakit Hati
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]