Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Nuklir
Jepang Mulai Jual Seafood dari Garis Pantai Fukushima
Tuesday 26 Jun 2012 00:03:39

Jepang Mulai Jual Seafood dari Garis Pantai Fukushima (Foto: chron.com)
TOKYO (BeritaHUKUM.com) - Seafood pertama yang ditangkap untuk pertama kalinya sejak bencana nuklir tahun lalu kini mulai dijual. Namun, bahan makanan laut yang dijual terbatas pada gurita dan keong laut, karena kekhawatiran akan sisa-sisa radiasi.

Gurita dan whelk (sejenis keong laut) dipilih untuk pengapalan perdana karena uji coba kandungan cesium yang dilakukan pada hewan-hewan tersebut menunjukkan hasil negatif. Seafood tersebut ditangkap pada Jumat lalu dan direbus agar bisa bertahan lebih lama sementara itu diuji untuk mengetahui tingkat radiasi sebelum mulai dijual.

Ikan flounder, bass laur dan lainnya dari fukushima belum bisa dijual karena terkontaminasi. Masih belum jelas kapan seafood ini akan memperoleh izin penjualan karena berada di atas batas radiasi yang ditetapkan pemerintah. Mereka juga menguji radioaktif iodine, namun zat ini memiliki rentang hidup lebih rendah ketimbang cesium sehingga tidak lebih menakutkan.

“Rasanya renyah ketika saya gigit, dan rasanya pun enak," ujar Yasuhiro Yoshida yang mengawasi masalah divisi seafood di supermarket York Benumaru di Soma. Supermarket ini bisa menjual habis 30 kilogram keong laut dan 40 kilogram gurita.

“Diri saya dipenuhi ketidakpastian dan harapan. Tapi saya juga merasa sangat bahagia ketika menemukan bahwa supermarket lokal telah menghabiskan dagangan ikan tersebut pada 3 PM," ujar Hirofumi Konno, petugas yang bertanggung jawab terhadap penjualan ikan di kota Soma dan pantai Fukushima.(chr/nto)


 
Berita Terkait Nuklir
 
• Korea Utara Sebut akan Terjadi 'Perlombaan Senjata Nuklir' Setelah AS bantu Australia Bikin Kapal Selam Nuklir Lewat Aukus
 
• Ujicoba Rudal Korut Siagakan Korsel dan Jepang
 
• BAPETEN Temukan Paparan Radiasi Nuklir di Tangerang Selatan
 
• Cina Minta Korea Utara Hentikan Uji Coba Rudal Nuklir
 
• Donald Trump Inginkan Kembalinya Supremasi Nuklir Amerika Serikat
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]