Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Pemilu    
 
Pemilu
Jelang Pilpres, APELTI: Mari Bersama Menciptakan Pemilu Damai dan Sejuk
2018-10-11 07:21:42

H. Muhammad Rawi (kiri) sebagai Ketua Dewan Pembina APELTI.(Foto: BH /bar)
JAKARTA, Berita HUKUM - H. Muhammad Rawi sebagai Ketua Dewan Pembina Asosiasi Pedangang Limbah dan Logam Tua Indonesia (APELTI) menghimbau dengan mengajak seluruh masyarakat Indonesia agar turut menyukseskan Pemilihan Legislatif (Pileg) begitu juga dengan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendatang, serta Pemilu berjalan damai, sejuk dan sukses.

Sehubungan akan hal ini, melihat kondisi suhu politik yang mulai panas jelang pemilu dan situasi perpolitikan ditanah air akhir-akhir ini terasa seperti kurang bersahaja, semakin gencarnya nuansa hoax menjelang moment pesta demokrasi pada April 2019 mendatang.

Namun, sekiranya semua pihak pada umumnya berharap fenomena tersebut bisa diredakan dengan dibarengi sikap berpolitik yang dewasa dan santun, demi terjaganya suasana iklim untuk menjalin persatuan dan kesatuan sesama anak bangsa yang lebih baik lagi, ungkap Rawi.

Dalam hal inipun, H M Rawi menegaskan agar jangan sampai ada perbedaan yang tidak diinginkan dalam memberikan dukungan politik kepada setiap pasangan Capres-Cawapres, yang justru bisa berdampak menyebabkan pemecah-belah persatuan bangsa. Sejatinya, hal inilah yang harus dijalankan seluruh elemen masyarakat, agar saling menjaga suasana Pemilu yang kondusif, damai dan sentosa. Diharapkan kesetiap insan agar tidak mudah di provokasi oleh pihak oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab.

“Kita ingin masyarakat sama-sama menikmati pesta demokrasi Pilpres secara santun dan beretika. Kami ingin mengajak semua elemen menjaga persatuan dan kesatuan bangsa,” jelas Rawi, pria kelahiran Madura ini menjelaskan pada pewarta saat dikawasan Cipinang, Jakarta pada, Kamis (10/10).

Rawi juga menekankan agar tidak boleh ada pihak oknum siapapun yang mencoba-coba mengadu domba masyarakat, hanya karena suatu kepentingan pribadi dan golongannya. Sebab, Pilpres yang diikuti dua pasangan Capres dan Cawapres, antara Joko Widodo (Jokowi) - KH. Ma’ruf Amin dan Prabowo Subianto - Sandiaga Uno, ini harus dijadikan suatu perihal momentum yang lebih berharga lagi dan agar seluruh elemen masyarakat agar bijaksana dan lebih dewasa lagi dalam menyikapi politik.

“Karena itu saya mengajak para elit kita, supaya tak boleh ada yang mencoba mengadu domba antar masyarakat. Kita ingin Pilpres nanti berjalan damai dan sejuk” ungkapnya.

Agar para pendukung Capres-Cawapres supaya jangan sampai memainkan politik SARA dan menyebarkan berita-berita bohong (hoax), sebab, hal itu sensitif dapat memicu yang berpotensi memecah-belah persatuan anak bangsa.

“Silakan adu gagasan dan program yang baik, asalkan jangan menggunakan dan mempermainkan isu-isu SARA, karena itu sangat berbahaya untuk persatuan NKRI,” pungkas Rawi.(bh/bar)

Share : |

 
Berita Terkait Pemilu
Respon KontraS atas Siaran Pers Polri Terkait Peristiwa 21-22 Mei 2019
Ungkap Kebenaran, BPN Tekankan Pentingnya TPF Kerusuhan 21-22 Mei
Sejumlah Advokat dan Aktivis Bentuk 'Team Pembela Kedaulatan Rakyat'
Mayor Jenderal TNI (Purn) Soenarko Korban 'Trial By The Press'
Bawaslu Terima 15 Ribu Temuan Pelanggaran Selama Pelaksanaan Pemilu 2019
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Siap-siap, WhatsApp Ancam Pidanakan Penggunanya
Utang Pemerintah yang Besar akan Menyulitkan Negara Menalangi Utang Swasta Seperti Krisis 97/08
Utang Luar Negeri RI Bertambah Lagi Jadi Rp 5.528 T
Labirin Maskapai Penerbangan Indonesia
Harga Tiket Pesawat Dikeluhkan Mahal, Menhub: Itu Bukan Urusan Saya
Hong Kong: Aksi Ribuan Massa Tetap Digelar Meski RUU Ekstradisi Ditangguhkan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Utang Luar Negeri RI Bertambah Lagi Jadi Rp 5.528 T
Wakil Ketua DPR: Kredibilitas KPU Hancur Di Sidang MK
Respon KontraS atas Siaran Pers Polri Terkait Peristiwa 21-22 Mei 2019
Tim Hukum Prabowo-Sandi Mempermasalahkan Laporan Penerimaan Sumbangan Dana Kampanye Paslon 01
Bareskrim Polri Gagalkan Penyelundupan 37 Kg Sabu Asal Malaysia
Arief Poyuono: Paslon 01 Mesti Didiskualifikasi, KPU Enggak Paham BUMN Sih..
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]