Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Eksekutif    
 
Razia
Jelang Lebaran, Polda Metro Jaya Siap Gelar Operasi Sandi Pekat Jaya 2019
2019-05-07 13:49:07

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Parbowo Argo Yuwono di Jakarta, Selasa (7/5).(Foto: BH /as)
JAKARTA, Berita HUKUM - Polda Metro Jaya beserta jajaran melaksanakan operasi kepolisian dengan sandi Pekat Jaya 2019, yang dilaksanakan selama 15 (lima belas) hari, terhitung mulai tanggal 7 Mei 2019 hingga 21 Mei 2019.

Melalui surat telegram Kapolda Metro Jaya Nomor : STR / 752 / V / OPS.1.3./ 2019 tanggal 6 Mei 2019, pelaksanaan Pekat Jaya dalam rangka cipta kondusif dibulan Ramadhan dan menjelang Lebaran Idul Fitri 2019.

"Sasaran operasi ini adalah segala bentuk premanisme seperti begal, jambret, copet, pemalakan, perampasan, pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dan kejahatan lainnya yang meresahkan masyarakat," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Parbowo Argo Yuwono di Jakarta, Selasa (7/5).

Kekuatan Operasi Pekat Jaya 2019 total keseluruhan kekuatan 478 Pers, terdiri dari jajaran Polda Metro Jaya. Restro Jakpus 25 Pers, Restro Jakut 25 Pers, Restro Jakbar 25 Pers, Restro Jaksel 25 Pers, Restro Jaktim 25 Pers, Restro Tangerang Kota 20 Pers, Res Tangerang Selatan 20 Pers, Restro Bekasi Kota 20 Pers, Restro Bekasi 20 Pers, Resta Depok 20 Pers, Resta Bandara Soetta 18 Pers, Resta Pelabuhan Tanjung Priok 18 Pers, Res Kepulauan Seribu 18 Pers, ditambah jumlah Satgasda 199 Pers.

"Sasaran Operasi Pekat Jaya 2019: pelaku kejahatan, curat, curas, curanmor, pelaku premanisme mantan narapidana, pelaku debt colector, pelaku perjudian dan bandar judi, produsen, pengedar, dan pemakai miras, pengedar petasan, serta pelaku tindak kejahatan lain yang meresahkan masyarakat," tambah Argo.

Kegiatan Operasi Pekat Jaya menjerat kejahatan dijalanan dan diangkutan umum. Premanisme oleh kelompok/individu yang meminta secara paksa. Perampokan terhadap penumpang taxi. Melakukan hipnotis. Debt colector menagih hutang dengan cara kekerasan. Kejahatan dikeramaian. Perampokan terhadap nasabah bank serta kejahatan kapak merah dan perjudian.(bh/as)

Share : |

 
Berita Terkait Razia
Mabes Polri: Plat Dinas Polisi dan STNK Mobil Fortuner Kevin Asli
Jelang Lebaran, Polda Metro Jaya Siap Gelar Operasi Sandi Pekat Jaya 2019
Operasi Cipta Kondusif Polda Metro Jaya dan Jajaran Berhasil Menangkap 181 Orang
Polri-TNI Gelar Apel Pasukan Operasi Lilin Jaya 2018 di Polda Metro Jaya
Polri-TNI dengan Pemprov DKI Jakarta akan Gelar Persiapan Operasi Lilin 2018
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Gerindra: Siklus Pembiayaan Utang dengan Berutang Harus Segera Diatasi
Catatan Pemilu Jadi Tekad Perbaikan Pemilihan 2020
Pemerintah Diminta Prioritaskan Pekerja Lokal
Sony dan Disney Berpisah, Spider Man Tak Bakal Muncul Lagi di The Avengers?
Belum Saatnya Memindahkan Ibu Kota
PKS: Hentikan Kriminalisasi pada Ustadz Abdul Somad
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Gerindra: Siklus Pembiayaan Utang dengan Berutang Harus Segera Diatasi
PP Muhammadiyah: 'Mafia' Rentenir, di Balik Belum Disahkannya RUU Perkoperasian
Ibu Kota Pindah ke Kalimantan, Kenapa Gak ke Beijing?
Ketua DPR Imbau Semua Pihak Tahan Diri Terkait Papua
PMJ Luncurkan Mobil SKCK Online Keliling untuk Tingkatkan Pelayanan Publik
Polri Gelar Police Movie Festival 2019: 'Together We are Strong'
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]