Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Pidana    
 
UU ITE
Jefriansyah Terdakwa Kasus UU ITE Dituntut 18 Bulan Penjara
2017-07-06 19:19:12

Jepriansyah terdakwa kasus UU ITE dituntut JPU dengan 1 tahun 6 bulan penjara.(Foto: Istimewa)
SAMARINDA, Berita HUKUM - Jefriansyah bin Alimsah terdakwa yang di jerat kasus UU ITE dalam Pasal 27 ayat (3) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) yang didakwa karena dengan sengaja telah mencemarkan nama baik Syaiful Anwar Hadan (59) mantan mertua dari Istrinya Lenni dan Mohammad Saiful Hidayat mantan suami dari istrinya pada sidang pada, Rabu (5/7) di Pengadilan Negeri Samarinda di tuntut oleh JPU 1 tahun 8 bulan penjara.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Agus Supriyanto, kepada terdakwa yang di dampingi Penasihat Hukumnya Jaidun di hadapan Majelis Hakim yang dipimpin Parmatoni, dengan anggota Fery Haryanta dan Decky Velix Wagiju dalam amar tuntutannya menyatakan bahwa, terdakwa Jefriansyah Bin Alimsah, terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana yang tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan, dan/atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan/atau informasi elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik, sebagaimana yang didakwakan kepada terdakwa dalam dakwaan pertama.

Terdakwa dengan sengaja mengirim pesan singkat (SMS) kepada saksi Syaiful Anwar Hasan (59) yang salah satu isi SMS tersebut berbunyi, "Eh Anjing tua bangka, punya duit berapa kau mau cari ribut sama aku taik anjing, kau anak sama bapak sama sama anjing".

Demikian juga terdakwa melakukan penghinaan kepada saksi Mohammad Taufiq Hidayat, yang merupakan mantan suami dari istrinya dengan cara mengirim inbox di sosial media facebook juga berbunyi, "Eh anjing, gua tunggu lo di rumah sekarang gak usah bawa emak lo klo lo emang laki datang sendiri".

Menanggapi tuntutan JPU 1 tahun 6 bulan penjara (18 bulan), Penasehat Hukum terdakwa Jaidun menyatakan akan menyampaikan pembelaannya pada sidang berikutnya.

"Ya saya akan menyampaikan nota pembelaan (pledoi) klien saya minggu depan," ujar Jaidun usai persidangan.

Jaidun berpendapat bahwa kliennya tidak melanggar UU ITE sebagaimana yang didakwakan kepadanya, karena itu akan menempuh jalur ke yang lebih tinggi jika memang dinyatakan bersalah.


Sementara, Saiful Anwar Hasan selaku korban kepada pewarta BeritaHUKUM.com usai sidang mengatakan bahwa, tuntutan Jaksa Agus dengan 1 tahun 6 bulan penjara terhadap terdakwa Jefriansyah, itu sudah tepat dan sudah sesuai karena merupakan suatu pembelajaran kepada terdakwa sehingga tidak akan berbuat seenaknya.

"Tuntutan 1 tahun 6 bulan terhadap terdakwa saya menilai sudah pas itu untuk pembelajarannya terhadap terdakwa, ya hakim jangan seenaknya saja memvonis dengan rendah," tegas Saiful.(bh/gaj)

Share : |

 
Berita Terkait UU ITE
Jack Boyd Lapian: Berkas Perkara Tersangka AD Sudah Dilimpahkan ke Kejaksaan
Jack Boyd dan Tim Pengacaranya Tetap Kawal Kasus terhadap Ahmad Dhani
Bareskrim Polri Tangkap Warga Tangsel Lantaran Hina Presiden Jokowi di Facebook
Melecehkan Profesi Wartawan 'Pelacur', MW Resmi Dilaporkan Ke Polres Samarinda
Lecehkan Profesi Wartawan, MW Warga Samarinda di Polisikan
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Jabat Dewan Pengarah BPIP, Megawati, Mahfud MD, Said Aqil, Syafii Maarif Bergaji Rp 100 Jutaan?
Sengsara Kalau Jokowi 2 Periode
Mulai dari Sembako Sampai THR, Pencitraan Jokowi Menguras Keuangan Negara
Rencana Urun Rembug Alumni UI Mencari Solusi dan Menyelamatkan NKRI
Puluhan Warga Keracunan Keong Sawah, Pemkot Bogor Tetapkan Status KLB
Relawan Bali Kita AS Deklarasikan Abraham Samad Capres 2019
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Mulai dari Sembako Sampai THR, Pencitraan Jokowi Menguras Keuangan Negara
Ditlantas PMJ Meluncurkan Program SIM Keliling di Beberapa Masjid
Landasan Tidak Jelas, Impor Beras 500 Ton Lagi Harus Dibatalkan
RUU Antiterorisme Disahkan Paripurna DPR
4 Pelaku Pembobol Kantor Pegadaian 3 kali Ditangkap, 1 Tewas Ditembak
Kasus Video Viral Dugaan Penghinaan ke Presiden oleh Anak RJ Tetap Berproses
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]