Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Kasus Munir
Jalan Munir Diresmikan di Den Haag, Belanda
Saturday 18 Apr 2015 09:06:42

Suciwati dan Walikota van Aartsen, dengan bunga besar, pembukaan Munirpad di Den Haag." Tertulis di nama jalan itu, "Munir Said Thalib 1965-2004, Pejuang Hak Asasi Manusia Indonesia".(Foto: Istimewa)
BELANDA, Berita HUKUM - Walikota Den Haag, Joziaas van Aartsen meresmikan jalan Munir, yang diambil dari nama tokoh hak asasi manusia asal Indonesia, di Den Haag pada, Selasa (14/4) lalu.

Sekitar 80 orang hadir dalam peresmian itu, termasuk istri Munir, Suciwati, beberapa pegiat hak asasi manusia asal Indonesia, serta mahasiswa Indonesia di Belanda.

Dalam sambutannya, Wali Kota Den Haag menyatakan apresiasinya atas perjuangan Munir.

Ia menegaskan bahwa Kota Den Haag mendukung upaya pemajuan HAM yang diperjuangkan oleh almarhum Munir dan Suciwati.

Istri Munir, Suciwati menyatakan bahwa pengabadian nama suaminya itu merupakan sebuah penghormatan besar baginya.

"Sayangnya bukan di tanah airnya sendiri, bukan di negeri tempat ia lahir dan dibesarkan bersama orang-orang lain yang mengaku sebangsa,” katanya.

Munir adalah seorang pegiat hak asasi manusia yang meninggal pada tanggal 7 September 2004 di atas pesawat jurusan Amsterdam dalam perjalanan untuk melanjutkan studi ke Universitas Utrecht, Belanda.

Ia meninggal karena racun yang dicampurkan ke dalam minumannya.

Prakarsa pemberian nama Jalan Munir ini disampaikan Walikota Den Haag pada acara Festival Film HAM, Movie That Matter di Belanda pada 2011 lalu. Namun janji tersebut baru bisa terpenuhi tahun ini, dilakukan di sebuah kompleks perumahan yang baru dibuka.

Selain pemberian nama jalan, nama almarhum Munir juga menjadi nama salah satu ruang pertemuan di kantor Amnesty International Belanda.(BBC/bh/sya)


 
Berita Terkait Kasus Munir
 
`Lenyapnya` Dokumen TPF Kematian Munir, Umpan Lambung yang Tidak Boleh Diabaikan oleh Presiden Jokowi
 
SBY Merespon Serius, Mempersilahkan Presiden Jokowi Melanjutkan Kasus HAM TPF Munir
 
Hilangnya Dokumen Hasil Penyelidikan TPF Kasus HAM Munir Kelalaian Pemerintah
 
Jalan Munir Diresmikan di Den Haag, Belanda
 
10 Tahun Pelanggaran HAM Pembunuh Munir Belum Terungkap
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
RUU PPRT Jadi Usulan Inisiatif DPR, PRT Ungkap Ini
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
RUU PPRT Jadi Usulan Inisiatif DPR, PRT Ungkap Ini
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]