Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Pidana    
 
Jaksa
Jaksa Seret Triadi Sulistio Terpidana Kasus Penipuan ke Lapas Samarinda
2016-10-19 06:24:13

Tampak Triadi Sulustio alias Akiong terpidana kasus penipuan yang di vonis Kasasi 3 tahun 6 bulan penjara saat memasuki Lapas Sudirman, Samarinda, Selasa (18/10).(Foto: BH /gaj)
SAMARINDA, Berita HUKUM - Dalam kurun waktu 15 bulan setelah vonis Pengadilan Negeri Samarinda Kalimantan Timur (Kaltim) terhadap Triadi Sulistio alias Akiong (59) anak dari Thio Soey Tjong terdakwa kasus penipuan pasal 378 KUHP dengan putusan Onslaqh Van Alle Rechts Vervolging pada tanggal 30 Juli 2015, akhirnya diseret ke Lapas Sudirman Samarinda pada, Selasa (18/10) siang, setelah menerima putusan Kasasi dari Mahkamah Agung dengan putusan selama 3 tahun 6 bulan penjara.

Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri (Kejari) Samarinda Agus Supriyanto, SH selaku Eksekutor usai menyerahkan terdakwa ke Lapas Sudirman Samarinda, mengatakan setelah melakukan tuntutan terhadap terdakwa Triadi Sulistiyo dengan tuntutan 3 tahun penjara.

Namun, majelis hakim menilai terdakwa terbukti melakukan perbuatan sebagaimana didakwakan dalam dakwaan alternative kesatu, tetapi perbuatan itu tidak merupakan suatu tindak pidana melainkan perbuatan tersebut masuk dalam hukum perdata, sehingga majelis hakim membebaskan terdakwa dengan vonis Onslaqh Van Alle rechts vervolging, terang Agung.

Jaksa Agus juga mengatakan, dasar itulah pada tanggal 21 Agustus 2015 mengajukan permohonan Kasasi ke Mahkama Agung (MA) Republik Indonesia, dengan alasan dan keberatan sebagaimana dalam memory Kasasi disebut Majelis Hakim Pengadilan Negeri Samarinda yang dalam amar putusan membebaskan terdakwa Triadi Sulistio dari dakwaan telah salah menerapkan hukuman atau menerapkan hukum tidak sebagaimana mestinya (Pasal 253 Ayat (1) Sub a KUHAP, Majelis Hakim dalam pertimbangannya telah keliru menafsirkan kata "melawan hukum" yang terdapat dalam pasal 378 KUHPidana, jelas Agus.

"Dalam tuntutan JPU selama 3 tahun penjara, namun vonis yang dijatuhkan Majelis Hakim dengan vonus Onslagh atau memvebaskan terdakwa, saat itu kami ajukan Kasasi dan divonis 3 tahun 6 bulan penjara oleh Mahkamah Agung," jelas Agus.

Agus juga menambahkan bahwa, eksekusi terhadap terpidana baru dilaksanakan pada Selasa (18/10), karena vonis Kasasi dari Mahkamah Agung baru diterima awal Oktober 2016, jadi baru dilakukan eksekusi dan di jebloskan di Lapas Sudirman Samarinda.

"Yang bersangkutan sangat kooperatif memenuhi panggilan Jaksa, hari ini datang sendiri memenuhi panggilan, sehingga kami antar dan serahkan ke Lapas Sudirman Samarinda untuk menjalani hukuman 3 tahun 6 bulan penjara," ujar Jaksa Agus.

Sebelumnya, pada Penasihat Hukum terpidana Triadi Sulustio, yang di konfirmasi pewarta BeritaHUKUM.com di Pengadilan Negeri Samarinda, Kamis (15/10) mengatakan, akan mengajukan Peninjauan Kembali (PK) terhadap klienya,

"Kami akan datang memenuhi panggilan Jaksa untuk eksekusi sesuai putusan Kasasi. Namun, kami akan mengajukan Peninjauan Kembali", pungkas Penasihat Hukum terpidana Triadi Sulustio.(bh/gaj)


 
Berita Terkait Jaksa
 
Santoso: Berantas Mental Preman di Korps Adhyaksa
 
Pemkot Kupang Apresiasi Kajati NTT Dr Yulianto
 
DPR Setujui RUU Kejaksaan Menjadi UU
 
RUU Kejaksaan Sebagai Upaya Mantapkan Peran dan Kedudukan Kejaksaan
 
Kajati DKI Jakarta Melakukan Kunker dan Waskat ke Kajari Jakpus
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Ketua BEM FH UBK mengaku terima uang Rp20 juta usai demo bertemu Gibran, ini rincian aliran dananya
Heboh dugaan suap ketua BEM FH UBK jadi tanda wapres menunggangi demonstrasi mahasiswa
Korupsi BGN, Kejagung tolak permohonan justice collaborator Sony Sanjaya
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]