Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Lion Air
Inilah Hasil Tes Urine Pilot Lion Air
Sunday 14 Apr 2013 15:48:17

M Gozali Pilot Pesawat Lion Air Boeing 737-800 NG yang jatuh di Laut Bali, Sabtu (13/4).(Foto: Twitter)
DENPASAR, Berita HUKUM - Dirjen Perhubungan Udara Herry Bakti S Gumay mengumumkan hasil tes urine pilot Lion Air Boeing 737-800 Captain Mahlup Gozali, dan juga Co-pilot, Chirag Carla, dalam jumpa pers di Base Ops Lanud Ngurah Rai, Minggu (14/4) siang.

Keduanya dinyatakan negatif mengonsumsi narkoba atau obat-obatan terlarang termasuk alkohol. Namun, Dirjen Perhubungan Udara masih akan melakukan tes dengan metode uji rambut. "Hasil dari laporan awal negatif tapi tetap di monitor karena tes kan berkelanjutan termasuk rambut," ujar Herry saat konferensi pers.

Pemeriksaan urine ini merupakan SOP baru yang harus dijalani pilot setiap terjadi kecelakaan pesawat. Seperti diberitakan, Dirjen Perhubungan Udara Herry Bakti meminta tes urine terhadap pilot Lion Air untuk mengetahui ada tidaknya kandungan narkoba di dalam tubuh pilot yang tergolong berpengalaman tersebut.

Tes urine ini merupakan bagian dari proses investigasi untuk mencari tahun penyebab kecelakaan pesawat di ujung landasan bandar udara Ngurah Rai, Bali, Sabtu kemarin.

Sedangkan, bangkai pesawat Lion Air Boeing 737-800 yang jatuh di ujung landasan Bandara Ngurah Rai Denpasar rencananya akan diangkat hari ini, Minggu (14/4). Namun, sebelum diangkat, KNKT harus menemukan dulu Voice Cockpit Recorder (VCR) yang berada di bagian belakang pesawat.

Hingga siang ini petugas baru berhasil mendapatkan Flight Data Recorder (FDR) dari bangkai pesawat. "Yang penting, data-data black box yang dua itu harus sudah dapat. Kita akan berusaha mencari VCR mengerahkan tim penyelam," ujar Dirjen Perhubungan Udara, Herry Bakti S Gumay saat meninjau lokasi jatuhnya pesawat pagi tadi.

Metode pengangkatan bangkai pesawat pun masih dipikirkan oleh Dirjen Perhubungan. Apakah akan dipotong potong dulu atau langsung ditarik ke tepi pantai. "Sebab bekerja di air agak susah, sehingga akan ditarik ke suatu tempat dekat bandara. Diharapkan hari ini, diangkut," kata Herry.

Seperti diketahui, pesawat Lion Air jenis Boeing 737-800 NG buatan tahun 2012 dengan penerbangan JT 904 rute BDO-DPS itu OverShoot jatuh ke laut sekitar pukul 15.10 Wita, Sabtu (13/4). Kondisi pesawat terbelah.(dbs/bhc/rby)


 
Berita Terkait Lion Air
 
Labirin Maskapai Penerbangan Indonesia
 
Pengacara Jason Webster Menggugat Perusahaan Boeing Paska Kecelakaan Tragis Lion Air JT-610
 
Jasa Raharja Serahkan Santunan Kepada 100 Ahli Waris Penumpang Pesawat Lion Air JT-610
 
40 Penyelam Dislambair TNI AL Masih Mencari Korban dan CVR Lion Air JT 610
 
Doa dan Tabur Bunga di Lokasi Jatuhnya Pesawat Lion Air JT610 Diwarnai Isak Tangis
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Roy Suryo menang di Praperadilan, PN Jaksel nyatakan penangkapan hingga penahanan kasus ijazah Jokowi tidak sah
Defisit APBN 2025 jebol, DPR ramai-ramai kritik pemerintah
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Pemerintah diminta audit ulang kerugian Rp 600 triliun akibat under-invoicing ekspor sawit
Purbaya sebut IKN terlalu sepi jadi pusat finansial internasional
Sinyal keterlibatan Menhut Raja Juli dalam kasus korupsi Bupati Kuansing Suhardiman Amby
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]