Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Afghanistan
Inggris dan AS Akhiri Operasi Tempur di Afghanistan
Sunday 26 Oct 2014 23:36:27

Camp Bastion di provinsi Helmand adalah markas utama pasukan Inggris.(Foto: twitter)
AFGHANISTAN, Berita HUKUM - terakhir Inggris di Afghanistan telah diserahkan kepada pasukan keamanan Afghanistan yang mengakhiri operasi tempur Inggris di negara itu.

Bendera Inggris diturunkan di Camp Bastion, sementara Camp Leatherneck -markas Amerika Serikat di dekatnya- juga diserahkan ke Afghanistan.

Menteri Pertahanan Inggris, Michael Fallon, mengatakan 'sejumlah kesalahan memang dilakukan' tetapi banyak hal yang telah dicapai sejak pasukan tiba pada tahun 2001.

Jumlah pasukan Inggris yang tewas selama konflik di Afghanistan mencapai 453 orang.

Camp Bastion di Provinsi Helmand menjadi markas utama pasukan Inggris di Afghanistan sejak tahun 2006.

Unit marinir terakhir AS di Afghanistan mengakhiri operasi tempur dengan penyerahan Camp Leatherneck.

Sampai sejauh ini 2.349 anggota militer Amerika tewas di Afghanistan.

"Dengan bangga kami mengumumkan berakhirnya operasi tempur Inggris di Helmand, memberikan Afghanistan kemungkinan terbaik bagi masa depan yang stabil," kata Fallon.

Dia menambahkan bahwa pengorbanan angkatan bersenjata Inggris yang sangat besar menjadi dasar bagi kekuatan keamanan Afghanistan yang kuat, menciptakan perangkat keamanan yang memungkinkan peralihan kekuasaan demokratis yang pertama dalam sejarah Afghanistan dan menghentikan negara ini menjadi dasar serangan teroris di Inggris.

Perang berdarah Inggris di Afghanistan akhirnya berakhir hari ini.

Setelah 13 tahun pertempuran ganas dan 453 nyawa hilang, kampanye resmi ditutup dengan emotionally- dikenakan upacara di Camp Bastion, Helmand.

Michael Fallon mengakui bahwa Taliban masih melakukan pemberontakan berdarah dan tidak ada jaminan masa depan yang stabil dan aman - tetapi bersikeras pasukan Inggris tidak akan pernah kembali.

"Kami tidak akan mengirimkan pasukan tempur kembali ke Afghanistan.

"Kami telah membuat yang sangat sangat jelas. Dalam keadaan apapun pasukan tempur tidak akan di sana," kata Menteri Pertahanan.

Hari ini, sebelum AS, penjaga Afghanistan dan Inggris kehormatan, Union Jack diturunkan - mengakhiri sebuah era yang penuh dengan kepahlawanan dan pengorbanan untuk lebih dari 100.000 tentara Inggris yang telah berjuang di sana.

Bendera tersebut dengan hati-hati dilipat kemudian dipresentasikan kepada Brigadir Rob Thomson, pejabat Inggris paling senior di Helmand, dan seorang mantan komandan di flashpoint Sangin, di mana lebih dari 100 tentara kami tewas.(BBC/mirror/bhc/sya)


 
Berita Terkait Afghanistan
 
Afghanistan: Eks Presiden Ghani Minta Maaf Kabur ke Luar Negeri Demi 'Selamatkan Kabul dan 6 Juta Penduduknya'
 
Afghanistan: Qatar dan Turki Memberi Jalan Bagi Taliban untuk Unjuk Gigi di Panggung Dunia
 
Kesepakatan Taliban dan Trump yang Menjadi Kunci Kelompok Ini Menguasai Kembali Afghanistan
 
Afghanistan: Perang Selama 2 Dekade, Berikut Fakta-faktanya dalam 10 Pertanyaan
 
Biden Janji Bantu Afghanistan secara Berkelanjutan di Tengah Penarikan Pasukan AS
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Begini Sibuknya Polri Distribusikan Bantuan Logistik Kapolri untuk Korban Gempa di Flores
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]