Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Legislatif    
 
Gizi Buruk
Indonesia Juara 4 'Stunting' Dunia, Netty Aher: Negara Harus Hadir
2020-12-22 16:05:13

Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani Aher.(Foto: Jaka/mr)
JAKARTA, Berita HUKUM - Indonesia urutan ke-4 dunia dan juara kedua Asia Tenggara dalam hal balita stunting. Angka prevalensi stunting di Indonesia pun masih jauh dari target yang ditetapkan World Health Organization (WHO). Untuk itu, Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani Aher meminta pemerintah untuk hadir mengatasi permasalahan ini dan melakukan evaluasi pembangunan keluarga sebagai hulu persoalan stunting.

"Butuh kerja keras dan serius untuk menurunkannya. Pemerintah harus mengevaluasi pembangunan keluarga karena hulu persoalan ada di sana. Bagaimana kita bisa mencetak SDM unggul jika stunting masih menghantui calon generasi bangsa," ujarnya dalam siaran pers kepada Parlementaria, baru-baru ini.

Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar Kementerian Kesehatan Tahun 2019 sebanyak 6,3 juta balita dari populasi 23 juta atau 27,7 persen balita di Indonesia menderita stunting. Jumlah yang masih jauh dari nilai standar WHO yang seharusnya di bawah 20 persen. Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu meminta pemerintah memberikan otoritas yang lebih besar pada BKKBN untuk menjadi leading sector pengentasan stunting.

"BKKBN harus diberi wewenang yang lebih luas dalam membangun keluarga Indonesia yang berketahanan, yang mampu mengatasi dan mencegah stunting sejak dini. Negara harus memberikan jaminan dan perlindungan agar keluarga Indonesia mampu tumbuh kembang secara optimal, termasuk dalam hal akses terhadap asupan tinggi gizi dan pelayanan kesehatan, sehingga memiliki ketahanan dalam menghadapi kerentanan. Ketahanan keluarga menjadi faktor utama terwujudnya ketahanan nasional," jelasnya.

Netty juga mengajak masyarakat untuk mencegah stunting serta turut serta menjadi pelopor gerakan pembangunan keluarga agar terbangun generasi dan keluarga yang berkualitas.

"Saya mengajak tokoh masyarakat dan tokoh agama agar membantu pemerintah menyosialisasikan perencanaan dalam keluarga. Hindari pantangan 'empat terlalu' untuk mencegah risiko kehamilan yaitu, terlalu tua, terlalu muda, terlalu rapat atau terlalu sering," ujar legislator dapil Jawa Barat VIII itu.

Sementara itu, Deputi KB dan Kesehatan Reproduksi BKKBN Eni Gustari mengingatkan tentang pentingnya masa emas 1;000 hari pertama kehidupan. "Kita harus memastikan bahwa dalam 1000 hari pertama kelahiran, bayi mendapatkan asupan gizi, perawatan dan kasih sayang yang memadai sehingga tumbuh kembang dengan baik dan terhindar dari stunting," ungkapnya.

Stunting adalah kondisi gagal pertumbuhan pada anak (pertumbuhan tubuh dan otak) akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama. Sehingga, anak lebih pendek atau perawakan pendek dari anak normal seusianya dan memiliki keterlambatan dalam berpikir. Umumnya disebabkan asupan makan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi.(rnm/sf/DPR/bh/sya)


 
Berita Terkait Gizi Buruk
 
Indonesia Juara 4 'Stunting' Dunia, Netty Aher: Negara Harus Hadir
 
Selamatkan Generasi Bangsa dari Ancaman Stunting
 
Derita Azhar di Negeri Kaya Minyak dan Gas Yang Berjulukan Serambi Mekkah
 
Aceh Timur Lumbung Penderita Gizi Buruk
 
Penderita Gizi Buruk Meninggal di Hari Kemerdekaan RI Ke 68
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Ketua BEM FH UBK mengaku terima uang Rp20 juta usai demo bertemu Gibran, ini rincian aliran dananya
Heboh dugaan suap ketua BEM FH UBK jadi tanda wapres menunggangi demonstrasi mahasiswa
Korupsi BGN, Kejagung tolak permohonan justice collaborator Sony Sanjaya
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]