Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 
Tsunami
Ikut Berduka, Sandiaga Uno Terjunkan Tim Bantuan ke Lokasi Terdampak Tsunami
2018-12-23 19:37:03

Mari kita berdoa semoga Allah Subhanahu Wa Ta'ala memberikan perlindungan dan kekuatan untuk warga yang ada di sana dan kita berdoa semoga negara kita dijauhkan dari musibah. Aamiin YRA.(Foto: @sandiuno)
JAKARTA, Berita HUKUM - Cawapres nomor urut 02, Sandiaga Uno, ikut berdukacita atas bencana tsunami di Selat Sunda yang berdampak ke Banten hingga Lampung Selatan. Pihaknya juga ikut mengirimkan tim bantuan ke lokasi bencana.

"Kami sangat prihatin, sangat berduka cita atas terjadinya peristiwa air pasang tsunami di Pantai Anyer dan kami terus memantau keadaan. Mari semua kita segenap masyarakat berdoa agar rekan-rekan saudara-saudara kita yang masih dinyatakan hilang itu bisa segera ditemukan dalam keadaan selamat. Dan bagi korban jatuh, mudah-mudahan korban yang gugur ini khusnul khotimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan," kata Sandiaga.

Hal itu disampaikan di sela acara donor darah di Roemah Djeoang, Jl Wijaya I, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (23/12). Berdasarkan data sementara yang berhasil dihimpun Posko BNPB hingga Minggu (23/12) pukul 16.00 WIB tercatat 222 orang meninggal dunia, 843 orang luka-luka dan 28 orang hilang. Sedangkan, Kerusakan material meliputi 556 unit rumah rusak, sembilan unit hotel rusak berat, 60 warung kuliner rusak, 350 kapal dan perahu rusak.

Sandiaga memastikan tim langsung terjun ke lokasi. Relawan diminta bekerja sama dengan aparat pemerintahan.

"Tim kami sudah langsung turun ke sana. Mendata apa saja bantuan yang diperlukan. Jadi relawan dari Prabowo-Sandi langsung bergerak untuk memastikan bahwa kita bisa bekerja sama dengan aparat pemerintahan," ucapnya.

Selain menerjunkan tim, pihaknya akan menggalang dana bagi korban tsunami. Sandiaga mengajak masyarakat ikut mendoakan korban. Dia mengatakan ada usul agar dilakukan tobat nasional.

"Ya ada yang mengusulkan untuk melakukan doa bersama sekaligus tobat nasional. Dan ini saya rasa baik ya saling mendoakan dalam keadaan seperti sekarang. Dan terlepas dari proses kontestasi pesta demokrasi ini kita harus mengutamakan persatuan kita," ujar Sandiaga.

"Dalam keadaan seperti ini, saatnya bangsa menyampingkan perbedaan mungkin pilihan politik. Tapi kita bersatu dalam semangat memulihkan segera keadaan yang ada di Banten sekarang," lanjutnya.(imk/rna/detik/bh/sya)

Share : |

 
Berita Terkait Tsunami
Kerugian Material Akibat Tsunami di Kawasan Tanjung Lesung Berkisar Rp150 Milliar
Tim SAR Gabungan Terus Menemukan Korban Tsunami Selat Sunda, 373 Meninggal Dunia dan 128 Hilang
Evakuasi Korban Tsunami Terus Dilanjutkan: 281 Meninggal, 1.016 Luka-Luka Dan 57 Hilang
Tim Evakuasi TNI Sudah Diterjunkan di Lokasi Tsunami Selat Sunda
Ikut Berduka, Sandiaga Uno Terjunkan Tim Bantuan ke Lokasi Terdampak Tsunami
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Utang Luar Negeri RI Makin Bengkak, Naik Jadi Rp 5.553,5 Triliun
Pemerintah Diminta Lebih Peka Penanganan Pengungsi dari Luar Negeri Pasca Perpres 125/2016
Jelang Pelantikan Presiden, DPR RI Berlakukan Sistem 'Clearance'
Ketua MPR: Prioritaskan Kerja Merawat Kebhinekaan
Komite I DPD RI Desak Pemerintah untuk Percepat Pembentukan DOB
Terkait UU KPK, BEM Uhamka Usul Adakan Diskusi di Lingkungan Kampus
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Utang Luar Negeri RI Makin Bengkak, Naik Jadi Rp 5.553,5 Triliun
Jelang Pelantikan Presiden, DPR RI Berlakukan Sistem 'Clearance'
Pernyataan Din Syamsuddin terkait Kasus Penyerangan atas Menko Polhukam Wiranto
Ninoy Kena Pukulan Amuk Massa, Ketum PA 212 Minta Ustadz Bernard dan Aktivis Al Falah Dibebaskan
Soal Jatah Kursi Menteri, Pemuda Muhammadiyah Dorong dari Profesional
Jokowi Tetap Dilantik
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]