Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 
Pilpres
Ijal KOBAR: Siapapun Wakilnya Tidak Masalah Tapi Konsisten Prabowo Presiden 2019
2018-08-09 13:11:04

Tampak saat suasana diskusi santai para aktivis relawan dibilangan Matraman Dalam Jakarta Pusat pada, Rabu (8/8) malam.(Foto: BH /mnd)
JAKARTA, Berita HUKUM - Jelang penutupan pendaftaran oleh KPU untuk Capres, Cawapres 2019-2024, para relawan Nasional PAS menunggu deklarasi pasangan Cawapres 2019-2024 detik detik terakhir saat ini, dengan dialog ringan bersama para perwakilan relawan dibilangan Matraman Dalam Jakarta Pusat pada Rabu (8/8) malam ini.

Rijal 'Ijal' KOBAR, yang juga merupakan Presiden Mantan Narapidana (Permana) mengutarakan bahwa, siapapun Wakilnya tidak masalah. Meskipun relawan PAS berharap UAS, biarpun nanti terpilihnya Sandiaga Uno, itu tidak masalah.

"Bukan mesti mundur dibelakang, namun tetap bekerjakeras biarpun nantinya Sandi Uno," ungkapnya, Rabu (8/8)..

Ini situasinya persoalan 'anak bangsa', tetap yang digulirkan ialah Presiden nya Prabowo. "Persoalan etika, moral. Saya dukung Prabowo, soalnya bisa diterima oleh masyarakat, dan mampu dibangun. Dialah sosok yang Bhineka Tunggal ika," ungkap Ijal.

Membangun komunikasi ke masyarakat baik perdetik dan permenit tetap menyerukan bahwa 'Prabowo Presiden', Bila ingin Indonesia lebih baik, Pak Prabowo. Issue inilah yang akan dibangun kedepan," jelas Ijal.

"Presiden itu memiliki prototype, Disinilah yang mesti disebarluaskan," jelasnya, bukan seperti sosok pemimpin yang masuk ke 'gorong gorong', sindirnya berkelakar.

"Apalagi pemimpin yang mengambil kekuasaan dengan bohong-bohong, ataupun tipu tipu, tentunya akan menghasilkan sesuatu yang kurang baik," timpalnya lagi.

Bagi dirinya, tidak ada persoalan secara personal. "Baik itu kalau berani tes saja DNA. Dari sektor ekonomi situasinya kini saja sudah semakin susah dan terpuruk," cetusnya.

"Banyak hal sudah tidak rasional saat berbicara. Kalau bangsa ini ingin hancur silahkan saja. Kalau hari ini kita asal asalan tidak tahu kedepan akan bagaimana nantinya ini," tegas Ijal.

Harapan kedepan, marilah kita berpartisipasi politik dan berjuang agar negeri ini lebih baik kedepan nanti. "Saya takut tahun 2019 ada sinterklas banyak nantinya..Berhati hati saja nanti bulan Februari akan turun sinterklas," ucapnya.

"Jangan sampai mata anda silau, sinterklas akan muncul, maka itu konsekuensinya tetap konsisten, dan sebagai relawan aktif dan membantu perjuangan di TPS dengan ikhlas," tandas aktivis Rijal.(bh/mnd)


 
Berita Terkait Pilpres
 
Beredar 'Bocoran' Putusan Pilpres di Medsos, MK: Bukan dari Kami
 
Selain Megawati, Habib Rizieq dan Din Syamsuddin Juga Ajukan Amicus Curiae
 
Ahli dari Kubu Prabowo Sebut Pencalonan Gibran Sesuai Putusan 90, Hakim MK Bilang Begini
 
Bertemu Ketua MA, Mahfud MD Minta Pasangan Prabowo-Gibran Didiskualifikasi di MK
 
Tak Mau Buru-buru Soal Hasil Pemilu, Koalisi Amin Kompak Tunggu Pengumuman KPU
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja
Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal
Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat
Satelit Lampung-1 milik perusahaan China siap diluncurkan, apa manfaat dan risikonya?
Rakyat berhak jadi hakim kinerja Menteri Prabowo, Emrus: Jangan hindari kabinet bayangan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]