Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

EkBis    
 
Rupiah
IPI: Ada 2 Faktor Penyebab Melemahnya Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar
2018-10-20 20:08:09

Diskusi yang digelar Lingkar Studi Politik Indonesia (LSPI) bertema 'Dollar Menguat, Benarkah Indonesia Menuju Krisis?' di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Sabtu (20/10).(Foto: BH /mos)
JAKARTA, Berita HUKUM - Ada dua faktor yang menyebabkan melemahnya mata uang rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Pertama faktor internal yakni naiknya suku bunga The Fed, sehingga pelaku bisnis berinvestasi ke dolar AS, dan akibatnya mata uang lain mengalami depresiasi atau merosotnya nilai tukar.

"Sebagian berkaitan dengan isu terbaru antara Arab Saudi dan Amerika jauh pengaruhi instrumen ekonomi. Itu faktor eksternal," ujar Direktur Indonesia Public Institute (IPI) Karyono Wibowo pada diskusi yang digelar Lingkar Studi Politik Indonesia (LSPI) bertema 'Dollar Menguat, Benarkah Indonesia Menuju Krisis?' di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Sabtu (20/10).

Selain itu, kata Karyono, ada juga faktor eksternal yang membuat melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, seperti neraca perdagangan Indonesia yang mengalami defisit.

"Hari ini Indonesia pada 2018, alami defisit transaksi berjalan USD 13,7 miliar. Ini jadi faktor menurunnya nilai rupiah terhadap dolar AS," tuturnya.

Kendati begitu, ia memastikan menguatnya dolar AS tidak akan membuat kondisi Indonesia seperti saat krisis 1997-1998. Sebab semasa kepemimpinan Jokowi pada 2014-2018, depresiasi rupiah hanya sebesar Rp 3.000. Sementara saat 1996-1998, pelemahan rupiah dari Rp 2.000 hingga Rp 17.000.

"Ini indikator nilai rupiah, jadi fundamental ekonomi Indonesia masih bagus dibanding era '98. Dolar naik dan rupiah turun, tapi inflasi masih terkendali diangka 3 persen. Kalau inflasi tinggi pasti problem (masalah/krisis). Saya khawatirkan kebijakan menaikkan Premium jadi, mungkin bisa makin perparah (inflasi), untungnya enggak jadi," paparnya.(bh/mos)


 
Berita Terkait Rupiah
 
• Efektivitas Peluncuran Uang Kertas Pecahan Rp 75 Ribu Edisi Khusus Dipertanyakan
 
• Rupiah Terus Anjlok, Defisit Anggaran Melebar dan Kasus Corona Bertambah
 
• Tekapar 127 Poin, Rupiah Menjadi Mata Uang Paling Lemah di Asia
 
• Kritik dan Tertawai Cetak Uang Braille, TKN Jokowi - Ma'ruf Sangat Below Standar Pengetahuan
 
• IPI: Ada 2 Faktor Penyebab Melemahnya Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pergantian Kapolri, Suyudi Ario Seto Resmi Pimpin Korps Bhayangkara Gantikan Listyo Sigit Prabowo
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]