Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Cyber Crime    
 
Cyber Crime
Hukuman Penjahat Cyber Dianggap Masih Ringan
Friday 11 Nov 2011 23:45:29

Ilustrasi (Foto: Gadget.com)
LONDON (BeritaHUKUM.com) - Kepala kejahatan E-Cyber Skotlandia Charlie McMurdie menyatakan bahwa saat ini hukuman untuk pelaku kejahatan cyber atau yang dikenal hacker masih ringan. Padahal, di Inggris sendiri akibat maraknya kejahatan cyber, telah mengalami kerugian 27 miliar euro.

Seperti yang dilansir di BBC, Jumat (11/11), Murdie membandingankan penipuan dan perampokan mendapatkan hukuman lebih lama dari penjahat cyber. "Hukuman masih menjadi masalah. Beberapa orang telah mencuri jutaan dolar AS dari penipuan atau perampokan akan di hukum delapan atau 10 tahun. Sedangkan pejahat cyber hukumannya lebih ringan," ujarnya.

Murdie menjelaskan pula, saat ini telah beredar luas di dunia maya ada 8.000 orang bertukar informasi tentang kartu kredit curian, pembuatan bom dan membuat obat terlarang. Bahkan, dalam sebuah forum yang di peroleh pihaknya melalui operasi Ghost Click mencatat ada 130 ribu data kartu kredit yang siap di bajak.(bbc/biz)


 
Berita Terkait Cyber Crime
 
Website Diretas, Puan Maharani Minta BSSN Berbenah Diri
 
Jerman Mulai Selidiki Dugaan Serangan Siber oleh Rusia
 
2 Pelaku Tindak Pidana Peretasan Situs Sekretariat Kabinet Ditangkap Bareskrim Polri
 
Biro Paminal Divpropam Susun SOP Patroli Siber, Pengamat Intelijen: Upaya Menuju Polri Presisi
 
Deteksi Dini Kejahatan Siber, Baintelkam Polri - XL Axiata Tingkatkan Sinergitas
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Begini Sibuknya Polri Distribusikan Bantuan Logistik Kapolri untuk Korban Gempa di Flores
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]