Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Hukuman Mati
Hukum Mati Para Koruptor Terus Diteriakkan Massa Pendukung KPK
Friday 12 Oct 2012 23:42:49

Aksi Teatrikal dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia di depan tangga pintu masuk gedung KPK (Foto: BeritaHUKUM.com/mdb)
JAKARTA, Berita HUKUM – Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi kembali didatangi massa para pendukung KPK, untuk meminta agar para Koruptor di Indonesia dihukum Mati, Jumat (12/10). Pukul 14:00 WIB, massa dari Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia KSBSI menggelar aksi damai dengan bernyanyi mengutuk ulah bejat para koruptor, “Lawan, lawan, lawan para koruptor,” bunyi nyanyian lagu dari Muchtar Pakpahan sembari memetik gitar.

“Hukum mati para koruptor!” Teriak seorang demonstran dari bawah mobil yang membawa peralatan musik.

Tak lama kemudian, gelombang aksi massa Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia berdatangan dengan aksi teatrikal, seorang mahasiswa mengenakan topeng berwajah Abraham Samad, sambil menarik tali yang juga terikat pada leher seorang rekannya yang menggunakan topeng oknum Jenderal DS. Masih dengan suara yang sama, mereka meneriakkan, “Tangkap dan hukum mati koruptor, kami dukung KPK untuk memberantas korupsi di nagara ini!” Teriak koordinator aksi dengan menggunakan megaphone.

Masih di gedung KPK, belum jauh aksi damai dari massa GMNI membubarkan diri, mahasiswa dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah menjadi gelombang ketiga, yang ikut meramaikan aksi dukungan pemberantasan korupsi.

IMM menolak upaya-upaya yang jelas mengarah pada pelemahan KPK, “Kami menolak revisi undang-undang KPK!” Seru mahasiswa, dengan membawa spanduk yang bertuliskan Tangkap Djoko Susilo, kemudian mereka bersama-sama meneriakkan hukum mati koruptor.

Massa IMM menyampaikan keinginannya agar lembaga KPK dapat terus berjalan, dengan terus menangkap para koruptor yang menyengsarakan rakyat. Tiga gelombang aksi berlangsung aman tanpa ada insiden sedikitpun.(bhc/mdb)


 
Berita Terkait Hukuman Mati
 
• Predator 13 Santriwati Lolos Hukuman Mati. Kajati Jabar: Kami Pikir-pikir
 
• Sindikat Narkotika di Rawa Kalong, Gunung Sindur Bogor Dituntut Hukuman Mati
 
• AMPAD Mendukung Penuh Jaksa Agung Hukum Mati Koruptor
 
• DPR Pertanyakan Dasar Pemohon Soal Korupsi Saat Bencana Alam
 
• Amnesty International Indonesia Yakin Moratorium Hukuman Mati Dapat Terwujud
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]