Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Cambuk
Hukum Cambuk Bagi Wanita Pengemudi Mobil Dibatalkan
Friday 30 Sep 2011 01:02:46

Arab Saudi masih melarang wanita mengemudi mobil (Foto: Reuters Photo)
JEDDAH (BeritaHUKUM.com) – Raja Arab Saudi, Abdullah, dikabarkan telah membatalkan putusan pengadilan yang menjatuhkan hukuman cambuk 10 kali untuk seorang perempuan yang mengemudikan mobil. Perempuan bernama Shema itu, pada bulan Juli lalu dianggap bersalah karena mengemudikan mobil di kota Jeddah.

Keputusan ini keluar hanya dua hari setelah Raja Abdullah memutuskan perempuan negeri itu bisa memberikan suara dalam pemilihan umum tahun 2015. Keputusan raja ini disambut baik tak hanya oleh keluaga Shema tapi juga oleh keluarga kerajaan.

"Syukur kepada Tuhan, hukuman cambuk untuk Shema dibatalkan. Terima kasih untuk raja tercinta. Saya yakin semua perempuan Saudi merasakan kegembiraan," kata Putri Amira al-Taweel, istri Pangeran Alwaleed bin Talal lewat akun Twitternya.

Sebelumnya, pengadilan Arab Saudi menjatuhkan hukuman cambuk 10 kali untuk seorang perempuan karena melanggar larangan menyetir. Perempuan yang bernama Shema itu dinyatakan bersalah karena mengendarai mobil di Jeddah pada Juli lalu.

Kelompok Women2drive -yang mengkampanyekan hak perempuan untuk mengendarai mobil di Arab Saudi- mengatakan ia siap mengajukan banding.

Dalam beberapa bulan terakhir, puluhan perempuan mengendarai mobil di kota-kota Saudi dalam upaya untuk menekan agar kerajaan mengubah undang-undang. Sementara itu dua perempuan lain akan diadili tahun ini atas dakwaan yang sama. Najalaa Harriri, salah seorang yang akan diadili, mengatakan kepada kantor berita Associated Press bahwa ia perlu mengemudikan kendaraan untuk mengantar anak-anaknya.(bbc/sya)


 
Berita Terkait Cambuk
 
• Pergub Tentang Pelaksanaan Hukuman Cambuk Dilaksanakan di LP Lukai Hati Rakyat Aceh
 
• FPAU Minta PSK Online Aceh Dihukum Cambuk
 
• Kajari Kuala Simpang Eksekusi Cambuk 7 Tersangka Maisir atau Perjudian
 
• Algojo Eksekusi Cambuk 4 Orang dan Ada 10 Kasus Lagi Antri
 
• Karena Hamil Yusra Selamat dari Sabetan Cemeti Rotan Algojo
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]