Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Peti Kemas
Hujan Lebat Tewaskan Pekerja Peti Kemas
Friday 06 Jan 2012 02:03:37

Ilustrasi (Foto: Ist)
JAKARTA (BeritaHUKUM.com) – Hujan lebat disertai angin kencang yang menyebabkan pohon tumbang di Jakarta, Kamis (5/1) sore, tak hanya menyebabkan mobil dan rumah rusak serta kabel listrik dan telepon putus. Namun, amukan alam itu ternyata juga menewaskan Muhammad Kamsari (50), warga Kampung Cimanik, Tanjung Teja,Serang, Banten.

Korban yang bekerja sebagai pengawal peti kemas itu, tewas akibat tertimpa sebuah peti kemas di lokasi penampungan peti kemas di kawasan Cilincing, Jakarta Utara. Saat itu, Muhammad tengah berteduh dan memilih berlindung di antara mobil dan tumpukan peti kemas yang tersusum empat. Ternyata, angin yang begitu kuat menjatuhkan peti kemas yang berada paling atas dan langsung satu unit mobil dan korban.

Sejumlah warga berusaha menyingkirkan peti kemas tersebut. Muhammad pun langsung dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Koja. Setelah menjalani perawatan beberapa lam, korban mengembuskan napas terakhirnya. Ia tewas akibat mengalami luka-luka serius di bagian kepala, pinggang dan dadanya. Pihak keluarganya sudah dihubungi untuk mengurus jenazahnya.

Menurut rekan korban, Ardi (33), saat kejadian itu, korban tengah berteduh ketika hujan deras disertai angin kencang mengguyur kawasan Cilincing dan sekitarnya. Muhammad saat itu tengah masuk ke pangkalan peti kemas dengan menggunakan sepeda motor dan hendak menandatangani beberapa dokumen. Tapi akibat deras diseretai angin kencang, korban memilih berlindung di dekat ttumpukan peti kemas tersebut.

"Anginnya kencang sehingga menyebabkan kontainer paling atas terjatuh dan menimpa Kamsari berikut mobil dan sepeda motor Honda Supra Fit bernopol B 6642 JV. Posisi Kamsari berada di dekat mobil Grand Livina bernopol B 1273 BON, juga ikut tertimpa peti kemas," jelas Ardi,

Peristiwa ini teah ditangani Polsektro Cilincing. Menurut Wakapolsek Metro Cilincing AKP Eko Setyo, pihaknya sudah memeriksa lokasi kejadian dan saat ini tengah memeriksa beberapa orang saksi. "Kasus ini masih diselidiki dan ditangani Polsek Cilincing," tandasnya.(bjc/irw)


 
Berita Terkait Peti Kemas
 
• Serikat Pekerja Tolak Investor Asing dalam Tata Kelola Terminal Peti Kemas
 
• Pasok Kebutuhan Listrik Terminal Teluk Lamong
 
• Bangun Terminal Peti Kemas, PT Pelindo Investasi Rp 1,5 Triliun
 
• Arus Peti Kemas Pelindo III Naik 9%
 
• Hujan Lebat Tewaskan Pekerja Peti Kemas
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]