Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Jepang
Hujan Lebat Dua Hari, Jepang Dilanda Banjir
Friday 11 Sep 2015 06:25:39

Hujan lebat seperti ini belum pernah terjadi sebelumnya. Sungai Kinugawa meluap, air bah melanda kota.(Foto: Istimewa)
JEPANG, Berita HUKUM - Banjir yang mencakup area luas dan longsor di kawasan timur laut Jepang memaksa lebih dari 90.000 orang meninggalka rumah mereka. Kota Joso di utara Tokyo, dihantam hempasan air bah setelah arus sungai Kinugawa meluap. Helikopter-helikopter tim penyelamatat menjemput banyak warga yang menyelamatkan diri ke atap-atap rumah.

Seorang warga dilaporkan hilang dan setidaknya 12 orang terluka.

Hujan lebat mengguyur sehari setelah badai tropis membawa angin kencang berkekuatan 125km/jam ke kawasan Aichi.
"Hujan begitu lebat ini belum [pernah terjadi sebelumnya. Kita bisa bilang ini situasi yang abnormal dan bahaya mengancam seawaktu-waktu," kata Takuya Deshimaru, kepala Prakiraan Cuaca Dinas Meterologi Jepang.

Ibaraki dan Tochigi adalah dua prefektur -wilayah administrasi- yang paling keras dihantam. Dinas meteorologi menempatkan dua daerah itu di tingkat siaga tertinggi.

Gambar-gambar di televisi memperlihatkan warga kota Joso di perfektur Ibaraki yang berada di atap-atap rumah sebelum helikopter penyelamat menganggut mereka dari udara.

Rumah-rumah dan kendaraan dihanyutkan air bah dari sungai Kinugawa yang meluap hebat setelah hujan lebat selama dua hari.

Bulan lalu, Jepang dilanda Topan Goni, menewaskan seorang warga dan melukai 70 orang lainnya.(BBC/bh/sya)


 
Berita Terkait Jepang
 
• Resesi Semakin Dalam, Jepang Dihantam Kontraksi Ekonomi Terburuk Sejak 1980
 
• Trump Kunjungi Jepang, Bertemu Kaisar Naruhito dan PM Shinzo Abe: Apa Isu Penting yang Dibahas?
 
• Banjir dan Longsor Menghantam Jepang, Korban Meninggal Capai 100 Orang
 
• Jepang Utus Kapal Perang Terbesar untuk Kawal Kapal Logistik AS
 
• PM Jepang Kunjungi Pearl Harbor Sampaikan Duka Cita
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
• SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
• Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
• Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
• Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
• SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
• Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
• Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
• Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]