Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 
Partai Emas
Hasnaeni Siap Potong Jari Jika Solusi Banjirnya Tak Berhasil
2021-02-21 22:25:38

Hasnaeni 'Wanita Emas' usai mengirimkan karangan bunga ke Balai Kota DKI Jakarta. (Foto: Istimewa)
JAKARTA, Berita HUKUM - Hasnaeni 'Wanita Emas' (HWE) mengirimkan karangan bunga ke Balai Kota DKI Jakarta, Minggu (21/2/). Isinya sindiran terhadap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang dinilai gagal menangani masalah banjir Ibu Kota. Apalagi, kediaman Hasnaeni di Kemang Timur V, Kemang, Jakarta Selatan turut terendam banjir setinggi hampir 2 meter.

Setelah sempat dilarang petugas yang berjaga, akhirnya karangan bunga Hasnaeni bisa diletakkan di sekitar Balai Kota DKI. "Sempat terjadi perdebatan kecil, namun akhirnya (petugas) bisa menerima karangan bunganya," kata Ketua Umum Partai Era Masyarakat Sejahtera (Emas) itu.

Lebih lanjut, Hasnaeni mengaku siap membantu Pemprov DKI dalam mengatasi permasalahan banjir Jakarta. Kesediaan ini ia sampaikan, menanggapi ajakan kolaborasi dalam penanganan banjir, yang sempat diutarakan Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria.

"Ada statement Bapak Wakil Gubernur, ingin mengajak saya bekerja sama menyelesaikan persoalan-persoalan yang ada di DKI, khususnya masalah banjir. Tapi jika saya diajak duduk bareng, tidak hanya banjir saya akan memberikan konsep itu tapi bagaimana mengatasi masalah kemacetan, masalah kesenjangan sosial," tutur Hasnaeni.

"Bagaimana mengatasi masalah sampah yang ada di DKI. Saya akan membuat traffic management untuk menyelesaikan masalah kemacetan," imbuhnya.

Hasnaeni mengaku malu dengan kondisi Jakarta saat ini. Sebab persoalan banjir tak kunjung tuntas, kendati pergantian pemimpin telah dilakukan. Terlebih, Jakarta merupakan ibu kota negara yang menjadi sorotan bukan hanya masyarakat secara nasional, tapi juga internasional.

Adapun salah satu peristiwa banjir kemarin yang ia sesalkan ialah yang terjadi di jalan utama Jakarta, Jalan Sudirman. "Kesenjangan yang ada di DKI ini sangat tinggi, dari gang masuk gang. Sehingga pada akhirnya Jakarta menjadi ibu kota yang dipandang oleh dunia yang indah. Tidak dengan penuh lautan kebanjiran. Jalan Sudirman kebanjiran itu sangat aneh menurut saya," jelasnya.

Jika nanti diajak diskusi dengan Pemprov, Hasnaeni berjanji akan memaparkan solusinya dalam mengatasi banjir. Ia menjamin caranya itu akan berhasil, dalam kurun waktu dua tahun. "Ini persoalan yang sangat simple bisa kita selesaikan, caranya bagaimana? Kita duduk bareng, undang Hasnaeni Wanita Emas kita bikinkan presentasinya dan kita akan mengeksekusi ketika saya diberikan kesempatan oleh beliau (Wagub/Gubernur DKI)," paparnya.

Hasnaeni berani bertaruh solusinya terhadap perkara banjir Ibu Kota bisa sukses. Jika tidak, ia siap diberi sanksi. "Dalam waktu berapa lama selesai? Saya kasih waktu 24 bulan selesai banjir itu, kalau tidak saya berani potong jari saya 10 di depan kalian," tegasnya.

"Tidak perlu membebaskan lahan, ada metode tanpa perlu membebaskan lahan, caranya bagaimana? Tanya sama saya. Saya memang bukan ahli di bidang banjir, tapi ekonomi, tapi kita bisa duduk bareng, diskusi bareng bagaimana persoalannya. Bukan hanya retorika, tapi action dan pengerjaan," tandas Hasnaeni.(bh/mos)


 
Berita Terkait Partai Emas
 
• Hasnaeni Siap Potong Jari Jika Solusi Banjirnya Tak Berhasil
 
• Visi-Misinya Sejalan, Partai Emas Dukung Sugianto Sabran di Pilgub Kalteng
 
• Upaya Konsolidasi Organisasi, Partai Emas akan Segera Bentuk 34 Korda
 
• Partai PITA Melebur dan Bergabung dengan Partai EMAS Siap Hadapi Pemilu 2019
 
• 'Wanita Emas' Hasnaeni Moein Mendeklarasikan Partai EMAS
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu
• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]