Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Gorontalo
Haram Pejabat Memungut Pada Perekrutan CPNS
Sunday 12 May 2013 18:05:49

Bupati Gorontalo Utara, Indra Yasin.(Foto: BeritaHUKUM.com/shs)
GORONTALO, Berita HUKUM - “Inalillahi bagi pejabat yang mencoba memungut kepada pelamar CPNS,” tegas Bupati Gorontalo Utara, Indra Yasin baru-baru ini

Menurutnya, praktek pungutan kepada pelamar CPNS harus menjadi lawan bersama, karena selain kegiatan yang bermuara pada Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) juga merupakan kegiatan yang merugikan pihak-pihak lain terutama bagi pelamar yang memiliki kemampuan dan juga bagi pelamar putra asli daerah.

“Kenapa pungutan CPNS harus dilawan? Karena anak petani, anak nelayan dan anak-anak yang kurang mampu tidak akan mampu bersaing dengan pembayaran yang mencapai puluhan juta rupiah. Dan ini terjadi pada saya sendiri sebagai anak petani saat saya masuk menjadi PNS tidak membayar apa-apa. Dan kalau dimintakan bayaran saya tidak menjadi PNS dan tidak menjadi Bupati Gorontalo Utara," jelas Indra.

Karena itu tambah bupati, penerimaan CPNS ditahun 2013 ini akan mengutamakan cara-cara yang terhormat dan akan mengutamakan bagi putra asli daerah yang tersebar di seluruh kecamatan. Kecuali ada formasi CPNS yang sangat dibutuhkan oleh pemerintah daerah dan pelamarnya tidak ada dari Gorontalo Utara maka tentunya akan menerima pelamar dari luar Kabupaten Gorontalo Utara.(bhc/shs)


 
Berita Terkait Gorontalo
 
Dedy Hamzah Minta Pemprov Gorontalo Transparan dalam Pemangkasan Tenaga Honorer
 
Inspektorat Kabgor Lakukan Kunjungan Awal Tahun Ke Kantor BPKP Provinsi Gorontalo
 
Gelar Lomba Tari Dana Dana, Rahmijati Jahja Selamatkan Budaya akan Punah di Kabupaten Gorontalo
 
Remaja Belia di Limboto Barat Kedapatan Bawa Panah Wayer
 
Tumbuhkan Etos Kerja Bagi Masyarakat Gorontalo, Arifin Jakani: Hilangkan Budaya 'Tutuhiya'
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja
Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal
Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat
Satelit Lampung-1 milik perusahaan China siap diluncurkan, apa manfaat dan risikonya?
Rakyat berhak jadi hakim kinerja Menteri Prabowo, Emrus: Jangan hindari kabinet bayangan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]