Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Kriminal    
 
Densus 88
Hanya Dua Hari Densus 88 Menembak Mati 11 Terduga Teroris
Sunday 06 Jan 2013 00:42:44

Densus 88.(Foto: Ist)
JAKARTA, Berita HUKUM - Densus 88, sesudah tewasnya 4 orang anggota Brimob di Poso, dan beberapa orang anggota Brimob lainnya, yang mengalami luka-luka, nampaknya melakukan tindakan yang sangat luar biasa, dan hanya dalam waktu singkat melakukan pembersihan, di tempat-tempat yang dianggap menjadi tempat persembunyian teroris.

Densus 88, hanya dalam waktu singkat membabat 11 orang yang diduga menjadi anggota kelompok teroris. Diduga kelompok ini sering melakukan aksi teror di wilayah Sulawesi. Penangkapan ini dilakukan dalam waktu 2 kali 24 jam (2 hari). Demikian dikatakan Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Polri Brigjen Boy Rafli Amar dalam siaran pers di Gedung Humas Polri, Jakarta, Sabtu (5/1).

Berikut adalah rincian penembakan sebelas teroris tersebut:

1. Makassar, Sulawesi Selatan. Jumat (4/1) di Masjid Nur Alfiah, di dalam rumah sakit Wahidin, Makassar, sekira 10:30 WIT, dua teroris yang memberikan perlawanan ditembak, Abua Suaya dan Hasan alias Kholil.

2. Jumat (4/1) di Terminal Dayang, Makassar sekira 14:30 WIT juga terjadi penangkapan terhadap dua orang. Keduanya juga melakukan perlawanan dan harus dilumpuhkan Tim Densus 88, keduanya adalah Tamrin dan Arbain

3. Jumat (4/1) di Emrekan, Makassar, dua orang masih dengan kelompok yang sama, harus dilumpuhkan sekira pukul 18:30 WIT, keduanya adalah Syarifudin dan Fadli

Selain, di Makassar, tim Densus 88 juga melumpuhkan daerah di Dompu, Nusa Tenggara Barat. Jumat (4/1), sekira pukul 18:00 WIT, ditangkap saat mereka baru saja turun dari tempat pelatihan. Dua orang itu juga harus ditembak mati, Roy dan Bahtiar. Ditemukan juga barang bukti 1 bom pipa siap ledak, 4 bom pipa masih dalam perakitan, serta bahan-bahan bom, urea, asam nitrat, sodium, paku besi, baterai.

Pada Sabtu (5/1), pukul 07:00 WIT, tiga orang ditembak mati di Kebun Kacang, Kelurahan Kandai, Dompu, NTB. Dari 3 orang yang tewas ini, satu sudah teridentifikasi atas nama Andi, sedangkan dua lainnya belum. Bersama ketiga orang ini diamankan BB senjata api laras pendek jenis FN.

Sebelumnya, di kantor Polda Sulawesi Tengah berlangsung kunjungan Panglima TNI, Laksamana Suhartono, Kapolri Jenderal Timur Pradopo, dan Kepala BIN, Letjen Marciano. Ketiganya membahas situasi keamanan di Poso, dan dianggap sebagai situasi yang sangat rawan, dan mengganggu keamanan nasional.

Tetapi, tindakan Polisi yang sangat eksessif (berlebihan) itu, pasti akan menimbulkan kebencian dari kalangan umat Islam, yang melihat tindakan polisi itu, sebagai langkah yang sangat tidak layak, dan semakin sulit menciptakan situasi di Poso yang lebih kondosif.

Polisi sendiri sangat tidak akurat, ketika melakukan penangkapan terhadap 14 orang yang menjadi tersangka teroris. Mereka menghadapi penyiksaan secara brutal, dan sesudah itu dilepaskan, karena ke 14 orang yang ikut pengajian itu, ternyata tidak terbukti. Langkah Polisi ini akan berdampak negatif bagi kepentingan jangka panjang keamanan nasional, Demikian seperti yang dikutip dari voaislam.com, pada Sabtu (5/1).(af/voa/bhc/sya)


 
Berita Terkait Densus 88
 
Polri Klaim Muhammad Jefri Meninggal karena Serangan Jantung
 
Densus 88 Tembak Tiga Terduga Teroris Hingga Tewas di Tangsel
 
Legislator Tanyakan Penyebab BNPT Identikkan Teroris dengan Islam
 
Densus 88 Berhasil Bekuk 2 Terduga Jaringan Teroris
 
Teguh Juwarno Kecewa Pada Tindakan Densus 88
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel
Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai
PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus
Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot
Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]