Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Singapura
Halimah Yacob, Terpilih Menjadi Presiden Wanita Pertama Singapura
2017-09-13 08:04:37

SINGAPURA, Berita HUKUM - Halimah Yacob Mantan Ketua Parlemen mengukir sejarah setelah terpilih menjadi presiden wanita pertama Singapura, Senin (11/9).

Halimah akan menjadi presiden kedelapan Singapura dan wanita pertama yang memegang posisi sebagai Kepala Negara.

Kemenangan Halimah dipastikan setelah dia menjadi satu-satunya bakal calon presiden yang diloloskan oleh Komite Pemilihan Presiden, seperti dilaporkan The Straits Times.

Dua bakal calon lain yaitu pengusaha Farid Khan dan Salleh Marican gagal memenuhi kriteria yang ditetapkan untuk menjadi calon resmi.

Dengan dirinya menjadi satu-satunya bakal capres yang dapat berlaga, maka dipastikan Halimah menang dengan walkover di hari nominasi yang akan digelar pada Rabu (13/9).

Pilpres Singapura yang dijadwalkan akan digelar pada Sabtu (23/9) dengannya tidak perlu diselenggarakan lagi.

Memang untuk menjadi capres di Singapura tidaklah mudah. Ada segudang kriteria yang sangat ketat yang harus dipenuhi.

Untuk pejabat publik seperti Halimah harus memenuhi syarat salah satunya ialah telah menjabat di sejumlah posisi penting politik selama sekurang-kurangnya 3 tahun.

Halimah sendiri menjabat sebagai Ketua DPR Singapura selama 4 tahun dari 2013 sampai 2017.

Sementara itu untuk bakal calon dari kalangan swasta harus memiliki shareholders equity sekurang-kurangnya 500 juta dollar Singapura.

Inilah syarat yang gagal dipenuhi Farid dan Salleh karena shareholders equity perusahaan yang mereka pimpin tidak mencapai angka yang disyaratkan.

IFrameUntuk Pilpres tahun ini hanya warga Melayu yang dapat mencapreskan diri.
Amandemen konstitusi ini dilakukan tahun lalu untuk memastikan keterwakilan setiap suku di kursi presiden.

Adapun Singapura memiliki empat suku yaitu China, Melayu, India dan "Others" atau yang lain-lain.

Halimah mendeklarasikan kemenangannya dan berterimakasih terhadap dukungan warga Singapura yang luar biasa sejak dia memutuskan mencalonkan diri bulan lalu.

Wanita berusia 63 ini menjadi orang melayu kedua yang menjadi presiden setelah Yusof Ishak yang merupakan presiden pertama Singapura dari 1965-1970.

Posisi Presiden Singapura adalah seremonial namun jauh lebih kuat dari presiden seremonial di negara lain.

Presiden Singapura mempunyai hak veto terhadap simpanan keuangan negara dan anggaran negara, penunjukan pejabat publik seperti Ketua Mahkamah Agung (MA), Jaksa Agung, Panglima Angkatan Bersenjata dan Kepala Staf Tiga Angkatan.

Presiden juga dapat memveto Rancangan Undang-Undang (RUU) yang diajukan parlemen.

Bukan sekali ini pilpres Singapura berlangsung walkover.

Pilpres 1999 dan 2005 juga dimenangkan mantan Duta Besar Singapura untuk AS, SR Nathan tanpa kontes. Halimah dijadwalkan dilantik pada Rabu (13/9) malam.

Lapangan di Markas Besar Rakyat di Jalan Besar akan menjadi lautan oranye saat para pendukung muncul membawa spanduk dan bunga hari ini untuk menghibur wanita yang akan menjadi Presiden Singapura berikutnya dalam sebuah walkover.

Berikut adalah garis waktu karirnya:

23 Agustus 1954 - Halimah Yacob lahir di rumah keluarganya di Queen Street, anak bungsu dari lima bersaudara.

1962 - Ayahnya, seorang penjaga, meninggal saat berusia delapan tahun. Ibunya menjual nasi padang dari sebuah gerobak dorong ke arah Shenton Way sebelum membeli sebuah warung jajanan. Dia membantu di kios ibunya, membersihkan, mencuci, membersihkan meja dan melayani pelanggan.

Akhir 1960-an - Dia menghadiri sekolah Singapore Chinese Girls, dan merupakan salah satu dari sedikit murid Melayu di sana.

1970 - Dia kemudian pergi ke Tanjong Katong Girls 'School dan University of Singapore di mana dia lulus dengan gelar sarjana hukum

1978 - Dia bergabung dengan National Trades Union Congress (NTUC) sebagai petugas hukum. Dia menghabiskan lebih dari 30 tahun di sana dan akhirnya ditunjuk sebagai wakil sekretaris jenderal

1980 - Dia menikahi kekasihnya Mr Mohamed Abdullah Alhabshee, seorang pengusaha. Mereka memiliki lima anak yang kini berusia antara 26 sampai 35 tahun.

2001 - Dia masuk politik atas desakan perdana menteri Goh Chok Tong dan telah diperebutkan dan dimenangkan dalam 4 pemilihan umum. Dia memperebutkan kursi di Jurong GRC dan Marsiling-Yew Tee GRC.

2011 - Ia menjadi Menteri Negara di Kementerian Pengembangan Masyarakat, Pemuda dan Olahraga.

2013 - Dia ditunjuk sebagai ketua parlemen wanita pertama di Singapura.

11 Sept, 2015 - Ibunya, yang berusia 90 tahun, meninggal pada Hari Pemungutan Suara Pemilu 2015. Madam Halimah sangat dekat dengannya dan menggambarkannya sebagai "saat paling menyedihkan dalam hidupku".(dbs/straitstimes/kompas/bh/sya)

Share : Facebook |

 
Berita Terkait Singapura
Halimah Yacob, Terpilih Menjadi Presiden Wanita Pertama Singapura
Kekeringan Terburuk di Singapura Sejak 1869
Singapura Dakwa 24 Warga India Pasca Rusuh
Panglima TNI Bersama Panglima AB Singapura Pimpin Sidang CARM-INDOSIN
Angelina Sondakh Diiisukan Sempat Pelesiran ke Singapura
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Yocie Gusman Plt Direktur Utama BJB Syariah Ditetapkan Tersangka
Panglima TNI: Keberhasilan Tugas Milik Anak Buah, Kegagalan Tanggung Jawab Komandan
BPKH Diharapkan Investasikan Dana Haji untuk Pesawat dan Hotel Jemaah
Kebijakan Bebas Visa Tidak Datangkan Wisatawan Secara Signifikan
Aparat Hukum Diminta Selidiki Dugaan Money Laundering
Polda Metro Jaya dan APPI Menggelar Sarasehan dan Dialog UU No 42/1999 Jaminan Fidusia
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Dipindahkan dari RSCM ke Rutan KPK, Setnov Pakai Rompi Orange dan Kursi Roda
Gubernur DKI Jakarta Gelar Apel Operasi Siaga Ibukota
Kasau: Indonesia Jaya Expo 2017 Kenalkan TNI AU Lebih Dekat dengan Masyarakat
Forum Alumni Perguruan Tinggi Seluruh Indonesia Tolak Reklamasi Selamanya
Akhirnya PBB - PKPI - Partai Idaman Lolos Pendaftaran Pemilu 2019
KPK Tidak Temukan Setya Novanto, Tim KPK Terus Cari Setya Novanto
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]