Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Jepang
Hakuho Foundation Mengumumkan Daftar Tamu pada Acara Japanese Research Fellowship
Tuesday 11 Mar 2014 16:20:36

9th Hakuho Foundation Japanese Research Fellowship.(Foto: Istimewa)
TOKYO, Berita HUKUM - Hakuho Foundation, yayasan yang bergerak di bidang kemasyarakatan, pada tanggal 7 Maret, telah mengumumkan daftar tamu peneliti yang akan berpartisipasi di acara Hakuho Foundation Japanese Research Fellowship ke-9.

- Para tamu:

Setelah melalui proses penyeleksian yang ketat, terpilih 15 peneliti dari 12 negara (Australia, Kanada, Perancis, Jerman, India, Korea Selatan, Polandia, Rumania, Rusia, Spanyol, Turki, dan AS). 10 peneliti dipilih berdasarkan kategori riset bahasa Jepang dan pengajaran bahasa Jepang, dan lima lainnya dipilih berdasarkan kategori sastra dan budaya Jepang.

- Periode penyelenggaraan riset Fellowship:

1 September 2014 - 31 Agustus 2015 (periode riset dapat beragam)

- Organisasi-organisasi yang diundang:

Pusat Riset Kajian Jepang Internasional
Universitas Kyoto
Institut Bahasa dan Linguistik Jepang Nasional
Universitas Ochanomizu
Universitas Kajian Asing Tokyo
Universitas Waseda

- Sekilas tentang Japanese Research Fellowship Yayasan Hakuho:

Program Japanese Research Fellowship dari Yayasan Hakuho mengundang para peneliti internasional terkemuka untuk melakukan riset di Jepang. Dengan tujuan utama untuk memperkuat fondasi riset dunia di Jepang dan meningkatkan pemahaman tentang Jepang melalui berbagai riset, Japanese Research Fellowship Yayasan Hakuho mengajak para peneliti bahasa Jepang, pengajaran bahasa Jepang, Sastra dan budaya Jepang melakukan riset domestik di Jepang. Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi situs Yayasan Hakuho.

Hakuho Foundation, yang didirikan sebagai yayasan gabungan pada tahun 1970, dikenal dan mulai beroperasi sebagai yayasan gabungan yang berorientasi pada kepentingan umum pada bulan April 2011.

Hakuho Foundation, yang bertujuan untuk memupuk kualitas pada diri anak-anak - para pemimpin masa depan - mendukung pendidikan untuk anak-anak, khususnya dalam bidang bahasa dan kebudayaan, melalui berbagai prakarsa, seperti Hakuho Award, yang diperuntukkan bagi para pendidik anak-anak yang luar biasa, Hakuho Research Grant for Child Education, Hakuho Foundation Japanese Research Fellowship dan Hakuho Scheme for a Global Children's Japanese Language Network.(bhc//ant/rat)


 
Berita Terkait Jepang
 
• Resesi Semakin Dalam, Jepang Dihantam Kontraksi Ekonomi Terburuk Sejak 1980
 
• Trump Kunjungi Jepang, Bertemu Kaisar Naruhito dan PM Shinzo Abe: Apa Isu Penting yang Dibahas?
 
• Banjir dan Longsor Menghantam Jepang, Korban Meninggal Capai 100 Orang
 
• Jepang Utus Kapal Perang Terbesar untuk Kawal Kapal Logistik AS
 
• PM Jepang Kunjungi Pearl Harbor Sampaikan Duka Cita
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
• SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
• Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
• Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
• Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
• SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
• Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
• Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
• Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]