Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Peradilan    
 
Unmul
Hakim Tolak Praperadilan Tersangka Chandra Dewana Boer, Mantan Dekan Fahutan Unmul
2017-10-31 17:48:45

Tampak suasana saat sidang Praperadilan Chandra Dewana Boer di Pengadilan Negeri Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim).(Foto: BH /gaj)
SAMARINDA, Berita HUKUM - Hakim Tunggal Pengadilan Negeri Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim), Jonny Kondolele, SH, menolak permohonan Praperadilan oleh tersangka Dr Chandra Dewana Boer, mantan Dekan Fakukltas Kehutanan (Fahutan) Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda dalam sidang pembacaan putusan yang digelar pada, Senin (30/10) kemarin.

Gugatan yang diajukan pemohon (CDB) melalui Tim kuasa hukumnya, Hendrik Kusdianto dan Rekan terkait proses penetapan tersangka oleh penyidik Kejaksaan Negeri Samarinda.

Sidang putusan gugatan Praperadilan terkait penetapan tersangka Chandra Dewana Boer dan penyitaan alat bukti, dengan Jaksa Penuntut Umum, Andi Kurniawan, SH.MHum dari Kejaksaan Negeri Samarinda

Sebelum membacakan amar putusannya, terlebih dahulu Hakim tunggal Jonny Kondolele membacakan pertimbangan atas putusannya. Hakim Jonny mengatakan bahwa, telah ada dua alat bukti yang cukup yaitu bukti penyitaan STNK dan BPKP sah menurut hukum, terang hakim, saat Sidang pada, Senin(30/10).

"Telah ada dua alat bukti yang cukup, bukti penyitaan BPKP dan STNK sah menurut hukum," ujar Jonny Kondolele.

Dalam amar putusannya Hakim tunggal Jonny menolak permohonan untuk seluruhnya dan membebankan biaya perkara kepada pemohon.

Untuk diketahui bahwa, sidang Praperadilan tersangka Chandra Dewana Broer, mantan Dekan Fahutan Unmul Samarinda melawan Kejari Samarinda, terkait proses penetapan tersangka atas dirinya dalam kasus dugaan korupsi dana penelitian dari pihak perusahaan yaitu PT Trubaindo dan Berau Coal atas pengadaan mobil operasional pada Dekan Unmul yang diusut oleh Kejari Samarinda sejak bulan Juli 2014 lalu yang nilainyanya mencapai Rp 2,7 Milyar.(bh/gaj)

Share : Facebook |

 
Berita Terkait Unmul
Hakim Tolak Praperadilan Tersangka Chandra Dewana Boer, Mantan Dekan Fahutan Unmul
Mantan Dekan Faperta dan Fahutan UNMUL di Tahan terkait Dugaan Korupsi
Diduga Korupsi Milyaran Rupiah, Kejari Samarinda Sita Mobil Mewah Fahutan Unmul
Mantan Dekan Fahutan Unmul Merasa Pemberitaan Media Menyudutkannya
Dugaan Korupsi di Fahutan Unmul, Kejari Samarinda Kantongi Nama Tersangka
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Ketum: Proses Perjalanan Muhammadiyah yang Panjang dan Terus Berkembang Patut Kita Syukuri
Panglima TNI: Dokter Militer Sangat Vital Dalam Kondisi Damai dan Perang
DPR Minta Pemerintah Jelaskan Perubahan Alokasi Daya Listrik
Pansus Angket DPR akan Panggil KPK Lagi
MKD DPR Tunggu Proses Hukum Setya Novanto
Inilah Kronologi Kecelakaan Mobil Setya Novanto
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Forum Alumni Perguruan Tinggi Seluruh Indonesia Tolak Reklamasi Selamanya
Akhirnya PBB - PKPI - Partai Idaman Lolos Pendaftaran Pemilu 2019
KPK Tidak Temukan Setya Novanto, Tim KPK Terus Cari Setya Novanto
Police Still Hunting for President Director PT MESD, Yu Jing, Suspect and Wanted
DPR Minta Presiden Berani Amandemen UUD 1945
Kasi SIM: SIM A Umum, Minimal Telah Memiliki SIM A Polos 1 Tahun
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]