Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Peradilan    
 
Pencabulan
Hakim PN Samarinda kembali Bebaskan Terdakwa Kasus Pencabulan
2017-01-31 17:54:56

SAMARINDA, Berita HUKUM - Pengadilan Negeri (PN) Samarinda Kalimantan Timur (Kaltim) pada sidang yang di gelar, Jumat (27/1) dipimpin Hakim tunggal Budi Santoso, SH dengan agenda pembacaan Vonis terhadap terdakwa Heriyanto N (HN) (17) yang dalam dakwaan sebelumnya diduga telah melakukan pencabulan terhadap korban VR (5) dan AL (10) yang merupakan keponakan sendiri dengan vonis bebas.

Dalam amar putusannya yang dibacakan hakim, dihadapan terdakwa yang didampingi Penasihat Hukum Surtini, SH serta dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kamin, SH. MH dan Tina Mayasari, SH dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kaltim, terang Titin Pusaka, panggilan akrab Ph Surtini.

Selaku penasihat hukum terdakwa, Titin Pusaka yang dikonfirmasi pewarta BeritaHUKUM.com pada, Senin (30/1) di PN Samarinda mengatakan, ucapan syukur kepada Tuhan serta hakim yang menyidangkan perkara tersebut yang melihat dengan jernih permasalahan kasus tersebut dan saksi saksi yang dihadirkan dalam persidangan, sehingga hakim dalam putusannya membebaskan terdakwa dalam tuduhan pencabulan sebagaimana pasal 81 KUHP yang sebelumnya di tuntut JPU selama 2 tahun 8 bulan penjara, jelas Titin Pusaka.

"Dari fakta di persidangan dan saksi-saksi, sehingga hakim dengan cermat memutus terdakwa HN dengan vonis bebas, sebelum JPU mengatakan terdakwa bersalah melanggar pasal 81 KUHP dan menuntut terdakwa selama 2 tahun 8 bulan penjara," ujar Titin Pusaka.

??Titin Pusaka juga menjelaskan bahwa, kasus ini berawal dari laporan keluarganya ke Polda Kaltim beberapa bulan lalu, dimana dalam laporan tersebut bukan hanya HN di tetapkan sebagai tersangka, namun Noh Lugun (37)? ayahnya juga di tetapkan menjadi tersangka yang saat ini masih dalam tahap persidangan di PN Samarinda.

"Dalam kasus ini terdakwa HN dan ayahnya NL di tetapkan sebagai tersangka, HN dalam sidang Jumat kemarin telah di vonis bebas oleh hakim, sedangkankan ayahnya NL masih dalam pemeriksaan saksi. Namun, harapan kita, hakim juga bisa memvonis bebas, dalam vonis bebas tersebut JPU mengatakan, masih pikir-pikir," jelas Titin Pusaka.
Pantauan pewarta, dalam sidang di PN Samarinda, vonis bebas terdakwa kasus dugaan pencabulan terhadap HN merupakan yang kedua, sebelumnya pada, Rabu (18/1) Majelis hakim yang di pimpin Hendry Dunant juga memberikan vonis bebas terhadap terdakwa Alexander Agustinus Rottie (44) pengurus salah satu Gereja di Samarinda, sebelumnya oleh JPU Agus Supriyanto, SH dari Kejaksaan Negeri Samarinda dengan tuntutan 13 tahun penjara.(bh/gaj)

Share : |

 
Berita Terkait Pencabulan
Cabuli Bocah 6 Tahun, Pelaku Oknum Ojek Online Ditangkap Polisi
Pengurus Gereja Agustinus Rottie Terdakwa Pencabulan Divonis 5 Tahun akan Dikeluarkan DPO
Hakim PN Samarinda kembali Bebaskan Terdakwa Kasus Pencabulan
Hakim PN Samarinda Vonis Bebas Pengurus Gereja Terdakwa Pencabulan
Anak SD Diimingi Rp 5 Ribu Dicabuli, Pelaku Diciduk Polisi Duren Sawit
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Siap-siap, WhatsApp Ancam Pidanakan Penggunanya
Utang Pemerintah yang Besar akan Menyulitkan Negara Menalangi Utang Swasta Seperti Krisis 97/08
Utang Luar Negeri RI Bertambah Lagi Jadi Rp 5.528 T
Labirin Maskapai Penerbangan Indonesia
Harga Tiket Pesawat Dikeluhkan Mahal, Menhub: Itu Bukan Urusan Saya
Hong Kong: Aksi Ribuan Massa Tetap Digelar Meski RUU Ekstradisi Ditangguhkan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Utang Luar Negeri RI Bertambah Lagi Jadi Rp 5.528 T
Wakil Ketua DPR: Kredibilitas KPU Hancur Di Sidang MK
Respon KontraS atas Siaran Pers Polri Terkait Peristiwa 21-22 Mei 2019
Tim Hukum Prabowo-Sandi Mempermasalahkan Laporan Penerimaan Sumbangan Dana Kampanye Paslon 01
Bareskrim Polri Gagalkan Penyelundupan 37 Kg Sabu Asal Malaysia
Arief Poyuono: Paslon 01 Mesti Didiskualifikasi, KPU Enggak Paham BUMN Sih..
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]