Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Lingkungan    
 
Reklamasi Pantai
Haji Lulung: Fraksi PPP DPRD DKI Jakarta Semenjak 2013 Sudah Menolak Reklamasi
2016-04-17 17:26:25

H Abraham "Lulung" Lunggana, SH yang lebih populer dengan julukan Haji Lulung selaku Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta.(Foto: BH/mnd)
JAKARTA, Berita HUKUM - Kasus Reklamasi Teluk Jakarta yang mencuat dan terus memanas dengan hasil ketok palu pihak Legislatif bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) beberapa waktu yang lalu di Gedung DPR RI, menghasilkan keputusan penghentian sementara pembangunan reklamasi teluk Jakarta karena banyak aturan yang dilanggar,

Terkait hal tersebut, H. Abraham "Lulung" Lunggana, SH atau lebih populer dengan julukan Haji Lulung selaku Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta mengatakan bahwa, "Fraksi PPP di DPRD DKI Jakarta semenjak tahun 2013 sudah menolak Reklamasi," ungkap haji Lulung, di Jakarta, Sabtu (16/4).

Menurut padangannya, dasarnya telah berdasarkan fakta dan realita yang terjadi. "Pertama, bahwa pelaksanaan Reklamasi oleh pihak Pengembang belum ada surat keputusan pada 2013," ujar haji Lulung, yang juga sebagai tokoh muda Betawi asal Tanah Abang.

Lalu kemudian, terkait Surat Keputusan penunjukan ijin pembangunan itu baru terbit pas SK Gubernur 2014. "Selanjutnya, menjadi pertanyaan lagi kenapa Gubernur membuat ijin?. Padahal sebelum ada Perda Zonasi Tata Ruang?," tanya haji Lulung.

Kemudian, haji Lulung mengungkapkan bahwa Fraksi PPP juga seringkali kedatangan dengan banyaknya warga masyarakat pesisir pantai dan pulau-pulau kecil, yang terdampak kerugian masyarakat yang dialami kepada mereka.

Selaun itu juga pandangan Lulung, pada Undang-undang nomor 30 tahun 2014, tentang administrasi pemerintah. "Bilamana Pemerintah membuat kebijakan, masyarakat jangan dijadikan Objek, namun semestinya harus dijadikan Subjek," jelas haji Lulung lagi.

Lalu, perlunya ada sesuai dengan Undang-undang nomor 27 tahun 2007, yang diganti UU nomor. 1 tahun 2014 perihal tentang hak pesisir pantai, pulau kecil, pariwisata harus mendapat nilai kesejahteraan. "Hari ini semua mengalami berdampak kerugian.
oleh karena PPP menolak reklamasi," pungkasnya.(bh/mnd)


 
Berita Terkait Reklamasi Pantai
 
• Tanggapi LBH, Pemprov DKI Pastikan Reklamasi Sudah Dihentikan
 
• Diskusi Publik: Menyoal Kejahatan Korporasi terhadap Reklamasi Teluk Jakarta
 
• NSEAS Bakal Gelar Diskusi Publik Menyoal Kejahatan Korporasi Terhadap Reklamasi Teluk Jakarta
 
• Hentikan Semua Reklamasi Teluk Jakarta, Gubernur Anies Cabut Izin Prinsip 13 Pulau
 
• Setelah Ahok, Polisi Akan Periksa Djarot Terkait Kasus Proyek Reklamasi
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Beredarnya Video AI Prof Djokosoetono, Bantahan Mintarsih Ungkap Fakta Sebenarnya
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional
• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum
• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat
• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031
• Pemerintah Resmi Tutup dan Cabut Izin Tambang Emas Milik PT Kristalin Eka Lestari Seluas 275 Hektar di Papua
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]