Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 
Pilpres
Haidar Alwi Tak Permasalahkan Partai Diluar Koalisi Gabung
2019-07-09 19:04:51

Penanggung Jawab ARJ Haidar Alwi saat dijumpai wartawan usai acara 'Santunan 10 Ribu Anak Yatim dan Dhuafa' di Jakarta.(Foto: BH /amp)
JAKARTA, Berita HUKUM - Relawan Joko Widodo (Jokowi) yang tergabung dalam Aliansi Relawan Jokowi (ARJ) mengaku tidak keberatan jika beberapa partai di luar Koalisi Indonesia Kerja (KIK) nantinya bergabung ke dalam pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin. Mereka percaya Jokowi mampu memilih orang-orang terbaik dalam pemerintahannya.

Hal itu dikatakan Penanggung Jawab ARJ, Haidar Alwi dalam acara 'Halalbihalal dan Santunan 10 Ribu Anak Yatim dan Duafa', di Istora Senayan, Jakarta, Minggu, (7/7).

Haidar mengaku tak mempermasalahkan jika memang nantinya ada beberapa partai di luar KIK yang bergabung ke dalam pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin

"Pak Jokowi tahu bagaimana memilih orang-orang terbaiknya, tidak terikat dengan partai apapun. Jadi tidak masalah kalau seluruh partai pun bergabung dengan pak Jokowi," kata Haidar.

Menurut dia, siapapun sosok yang akan mengisi kabinet nantinya itu merupakan sepenuhnya hak Jokowi. Dia meyakini siapapun yang akan mengisi kabinet pemerintahan Kabinet Kerja Jilid II nanti sudah pasti orang-orang terbaik yang dipilih Jokowi bukan sekedar berdasar lobi-lobi politik semata.

"Dengan masuknya partai baru, koalisi yang lama takut tidak dapat kursi, enggak gitu. Jokowi tahu persis untuk menilai pembantunya di kabinet untuk memilih menteri-menterinya," tandas dia .

Untuk diketahui, belakang tersebar isu bergabungnya beberapa partai politik di luar KIK ramai diperbincangkan. Beberapa partai yang sebelumnya berada di dalam Koalisi Indonesia Adil dan Makmur pengusung Prabowo Subianto- Sandiaga Uno, seperti PAN, Demokrat dan Gerindra dikabarkan akan merapat ke pemerintahan Jokowi-Ma'ruf Amin.(ag/bh/amp)

Share : |

 
Berita Terkait Pilpres
Urungkan Niat Rekonsiliasi, Prabowo Selamat
Pertemuan Prabowo - Jokowi, Amien Rais: Jangan Pernah Sangka Prabowo Gadaikan Prinsip!
PA 212: Kami Tak Lagi Bersama Prabowo, Kami Masih Terus Berjuang
Sandiaga Uno Tegaskan Jadi Oposisi: Kita Harus Berani Telan Pil Pahit
Kubu Prabowo Ajukan Permohonan Kedua Ke MA, Begini Ceritanya
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Gerindra: Demi Indonesia, Prabowo Rela Dikecam karena Bertemu Jokowi
Forum Kerjasama Agribisnis Indonesia-Singapura Tingkatkan Ekspor Hortikuktura
Arsip Statis Presiden Soeharto Diserahkan Mbak Tutut ke ANRI
Drama MRT dan 'Undertable Transaction'
Pemerintah Didesak Lakukan Upaya Nyata Atasi Masalah Sampah Plastik
Pengelolaan Dana Desa Masih Bermasalah
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Arsip Statis Presiden Soeharto Diserahkan Mbak Tutut ke ANRI
Pertemuan Prabowo - Jokowi, Amien Rais: Jangan Pernah Sangka Prabowo Gadaikan Prinsip!
Kemnaker: Pentingnya Memaknai Perkembangan Revolusi Industri 4.0
PKS: Prabowo Bertemu Jokowi Bukan Berarti Bergabung
KPK Tetapkan Gubernur Kepri Tersangka Dugaan Suap Proyek Reklamasi Pulau
Kubu Prabowo Ajukan Permohonan Kedua Ke MA, Begini Ceritanya
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]