Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 
Politik
Hadapi Tahun Politik 2024, Syarief Hasan: Pentingnya Mengedepankan Politik Yang Santun
2022-05-17 09:54:36

Wakil Ketua MPR Prof. Dr. Syarief Haasan SE., MM., MBA.(Foto: Istimewa)
JAKARTA, Berita HUKUM - Wakil Ketua MPR Prof. Dr. Syarief Haasan SE., MM., MBA menekankan pentingnya politik yang santun menjelang berbagai pemilu di tahun 2024. Hal demikian diungkapkan oleh pria yang menjadi anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat itu saat memberikan pembekalan dalam ‘Pendidikan Politik Partai Demokrat Jawa Barat dan Halal Bilhalal 1443 H’, di Padalarang, Bandung, Jawa Barat, Minggu (15/5).

Acara itu dihadiri oleh anggota MPR dari Fraksi Partai Demokrat seperti Herman Khaeron, Dede Yusuf, Anton Sukartono Suratto, serta Ketua Partai Demokrat dari seluruh kabupaten dan kota di Jawa Barat.

Ditegaskan oleh Syarief Hasan, santun dalam berpolitik merupakan bagian penting yang harus diimplementasikan oleh anggota partai. Dijelaskan oleh pria yang mendapat gelar proffesor dari Universitas Negeri Makassar itu, berpolitik santun adalah sikap saling menghargai dan menghormati meskipun saling berbeda pendapat dan pandangan, “Sekalipun ada wacana persaingan namun kita harus saling menghormati”, ujarnya. Politik yang santun menurutnya penting sebab demi kebersamaan dan persatuan. Ditegaskan bagaimanapun juga, para politisi adalah bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). “Semua adalah bagian dari NKRI, berbeda tetapi tetap bersama”, paparnya. Politik yang santun bagi Syarief Hasan diwujudkan tidak hanya ke dalam partai namun juga keluar partai.

Menteri Koperasi dan UMKM di masa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu mengatakan acara yang digelar di Padalarang itu untuk memberikan pembekalan, pemhaman, dan persiapan, kepada politisi dari Partai Demokrat untuk bagaimana menghadapi tahun 2024. “Kita lakukan konsolidasi”, tegasnya.

Diharapkan mereka yang hadir itu dapat membawa perubahan bangsa menuju yang dicitacitakan. Untuk itulah ditekankan agar semua menyatukan visi dan misi. Dalam mengapai masa depan menurut Syarief Hasan, boleh saja kita bermimpi namun mimpi yang ada harus sesuai dengan realita yang ada.

Masa depan menurutnya penuh tantangan yang tidak mudah. Meski demikian banyak jalan menuju ke sana bila semua bekerja keras dan konsisten dalam bertindak. Etos dan aksi nyata inilah yang perlu ditunjukan. Dengan politik yang santun, kebersamaan, kerja keras, dan konsisten dalam bertindak, Syarief Hasan optimis tahun 2024 akan lahir pemimpin baru.

Pertemuan tersebut menurut pria asal Palopo, Sulawesi Selatan, itu sangat penting. Selain untuk membangun satu tujuan juga untuk halal bilhalal. Dalam kesempatan tersebut, ia mengucapkan minal aidzin walfaidzin, mohon maaf lahir dan batin.(MPR/bh/sya)


 
Berita Terkait Politik
 
• Akademikus kritik narasi optimisme pemerintah: Jauh dari realitas, minim empati
 
• Dasco Gerindra: Prabowo dan Megawati Tak Pernah Bermusuhan, Saya Saksinya
 
• Moralitas dan Spiritualitas Solusi Masalah Politik Nasional Maupun Global
 
• Tahun Politik Segera Tiba, Jaga Kerukunan Serta Persatuan Dan Kesatuan
 
• Memasuki Tahun Politik, HNW Ingatkan Pentingnya Siaran Pemberitaan yang Sehat
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
• SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
• Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
• Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
• Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
• SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
• Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
• Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
• Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]