Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Eksekutif    
 
TNI
Hadapi Perkembangan Dunia, Hubungan dan Kerja Sama Internasional Semakin Penting
2019-02-27 03:47:32

JAKARTA, Berita HUKUM - Dalam menghadapi perkembangan dunia yang semakin kompleks, menunjukkan hubungan dan kerja sama internasional menjadi semakin penting. Ancaman yang dihadapi menuntut kita semua untuk bekerja keras dan bekerja sama.

Demikian disampaikan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P., pada saat melaksanakan coffee morning dengan 76 Atase Pertahanan dari 45 negara sahabat, bertempat di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (26/2).

Pada kesempatan tersebut, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menyampaikan bahwa acara minum kopi bersama ini merupakan salah satu media komunikasi yang efektif untuk mempererat serta memperkokoh hubungan antara TNI dan para Athan negara sahabat dalam menjalankan tugasnya.

"Kerjasama yang telah terjalin dan telah terbangun selama ini baik secara bilateral maupun multilateral akan semakin meningkat, memberi manfaat dan dapat memperkuat hubungan persahabatan antar Angkatan Bersenjata serta antar negara," ucap Panglima TNI.

Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengatakan bahwa Indonesia pada tahun 2018 yang lalu sudah membuktikan sendiri perlunya kerja sama tersebut. "Tahun lalu Indonesia mengalami bencana alam secara bertubi-tubi dan pada saat yang hampir bersamaan Indonesia juga menjadi tuan rumah dari berbagai even internasional," ujar Panglima TNI.

"Indonesia sangat berterima kasih dan menghargai perhatian dan bantuan dari para negara-negara sahabat," tambah Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.

Panglima TNI juga mengungkapkan bahwa masih banyak hal yang membutuhkan kerja sama dengan negara-negara sahabat seperti penanganan kejahatan lintas negara, ancaman siber dan ancaman terorisme yang memerlukan kerja sama bilateral maupun multilateral.

Lebih lanjut Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengatakan bahwa Indonesia pada tahun 2019 ini akan menyelenggarakan pemilihan umum secara serentak dan TNI tetap berkomitmen dengan netralitasnya, memfokuskan diri guna menjamin terlaksananya pesta demokrasi tersebut dengan aman, lancar, damai serta sukses.

Sementara itu pada kesempatan yang sama Dean of Military Attache (Milat) Corps para negara sahabat di Indonesia Colonel Dominic Bulongol menyampaikan bahwa kegiatan coffee morning dapat membangun silaturahmi, meningkatkan hubungan antara personal, membangun jaringan dan membangun kepercayaan antara Milat Corps dan para pejabat TNI.(TNI/bh/sya)


 
Berita Terkait TNI
 
Serah Terima Otoritas Kendali Operasi Satgas TNI di Republik Demokratik Kongo
 
Panglima TNI: TNI Prioritaskan Peningkatan Kekuatan Pertahanan Tahun 2020
 
TNI Tampilkan Pesawat Tanpa Awak di HUT ke-74 TNI
 
Anton Tabah Tegaskan Bendera Yang Dibawa Enzo Adalah Bendera Tauhid, Bukan HTI
 
TNI Kerahkan Pesawat Intai Strategis untuk Mencari Helikopter MI-17 di Papua
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Kasus Kondensat BP Migas - TPPI, Terdakwa: Pemberian Kondensat Kepada PT TPPI Berdasarkan Kebijakan Pemerintah
Dekan FH UII: Guru Besar Hukum Tata Negara Kami Diteror!
Lindungi Warga DKI, Anies Pasang Badan
Beberapa Hari Dibuka, Ratusan Sekolah di Korsel Harus Ditutup Lagi karena Lonjakan Kasus Covid-19
Ternyata Sebelum Ruslan Buton, Khoe Seng Seng Juga Sudah Lebih Dulu Minta Jokowi Mundur
Greenpeace: Kualitas Demokrasi Menurun, Pemerintah Antisains
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Ternyata Sebelum Ruslan Buton, Khoe Seng Seng Juga Sudah Lebih Dulu Minta Jokowi Mundur
Inilah Pernyataan Pers PP Muhammadiyah Tentang Pemberlakuan New Normal
Polri Siap Masifkan Protokol New Normal
Anies: Perpanjangan PSBB Jakarta Jadi Penentu Transisi Memulai 'New Normal'
Polri Tutup Pintu Masuk Arus Balik Menuju Jakarta
Polri Tangkap 2 WNA dan Sita 821 Kg Sabu
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]