Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

EkBis    
 
MEA
Hadapi MEA, Gerindra Desak Pemerintah Tingkatkan Daya Saing Pekerja
2016-03-11 19:21:23

Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Roberth Rouw.(Foto: Istimewa)
JAKARTA, Berita HUKUM - Sejak diberlalukannya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang dimulai pada Januari 2016, bangsa Indonesia dinilai belum siap berkompetisi dengan derasnya arus Tenaga Kerja Asing (TKA) yang masuk ke Indonesia.

Hal tersebut dapat dinilai dari kualitas tingkat pendidikan para buruh di Indonesia atau yang biasa disebut buruh lokal. Sehingga, peluang untuk bersaing dengan TKA yang memiliki standarisasi internasional menjadi agak sulit.

"Karena itu pemerintah harus meningkatkan daya saing bagi para pekerja lokal salah satunya dengan cara meningkatkan kualitas pendidikannya. Jangan sampai posisi tawar pekerja lokal menjadi lemah dihadapan para pekerja asing di Indonesia," ungkap Ketua Bidang Pembinaan dan Penempatan Tenaga Kerja Terampil DPP Partai Gerindra, Roberth Rouw, di Jakarta, Jumat (11/3).

Selain itu Roberth menjelaskan, saat ini ada sekitar lima juta WNI yang bekerja di luar negeri dan kebanyakan bekerja sebagai pembantu rumah tangga (PRT) atau buruh kebun. Padahal nantinya setiap calon pekerja yang ingin bekerja di negara-negara ASEAN, harus memiliki sertifikasi internasional yang dikeluarkan oleh Badan Standarisasi ASEAN.

Permasalahan utamanya, lanjut Roberth, untuk mendapatkan sertifikasi tersebut membutuhkan pemenuhan berbagai syarat yang diantaranya adalah pendidikan. Mengingat, permasalahan mendasar dari buruh di Indonesia adalah tingkat pendidikan.

Maka lanjut politisi asal Papua itu, peluang untuk meningkatkan jumlah calon pekerja Indonesia untuk bekerja di negara-negara ASEAN menjadi semakin lemah.

"Karena itu, jangan sampai para tenaga kerja kita sudah tidak bisa bersaing didalam negeri lalu tersingkirkan pula di luar negeri. Ini adalah cambuk bagi pemerintah Indonesia saat ini," tukas Roberth, yang juga duduk sebagai Anggota Komisi IX DPR RI yang membidangi ketenagakerjaan ini.(gmc/ari/bh/sya)


 
Berita Terkait MEA
 
TKI Tidak Siap MEA akan Jadi Bencana Ekonomi Indonesia
 
Crowdfunding Onsystem Lahir Karena Tantangan Menghadapi MEA
 
Hadapi MEA 2016, Institut STIAMI Tekankan Karakter dan Bahasa
 
Hadapi MEA, Gerindra Desak Pemerintah Tingkatkan Daya Saing Pekerja
 
Pemerintah Kurang Sosialisasikan MEA
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja
Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal
Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat
Satelit Lampung-1 milik perusahaan China siap diluncurkan, apa manfaat dan risikonya?
Rakyat berhak jadi hakim kinerja Menteri Prabowo, Emrus: Jangan hindari kabinet bayangan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]