Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Pemilu    
 
Pemilu
Habib Abdurrahman Assegaf: Kebersamaan Harus Dijaga Demi Wujudkan Pemilu Damai
2019-02-18 14:57:33

Tampak kanan, Ketua Gerakan Umat Islam Indonesia (GUII) Habib Abdurrahman Assegaf.(Foto: BH /mos)
JAKARTA, Berita HUKUM - Rasa kebersamaan antar sesama warga negara harus tetap dijunjung tinggi demi mewujudkan perdamaian di seluruh lapisan masyarakat, terlebih dalam momen jelang Pemilihan Umum yang akan dilaksanakan bulan April mendatang.

Hal itu disampaikan Ketua Gerakan Umat Islam Indonesia (GUII) Habib Abdurrahman Assegaf dalam menyikapi banyaknya pertikaian serta konflik di masyarakat yang berawal dari perbedaan pilihan politik.

"Akhir-akhir ini karena beda pilihan pertemanan bisa lepas.
Seluruhnya kita bersaudara. Saya mengimbau kepada seluruh anak bangsa yang berbeda pilihan, pilihan ini hanya dalam rangka memenuhi demokrasi tiap lima tahunan, pemilu ini harus damai," ujar dia di Jakarta, Senin (18/2).

Dijelaskannya, menjaga kebersamaan itu tidak hanya tugas pemerintah atau sekelompok orang maupun organisasi, tapi merupakan kewajiban seluruh masyarakat.

"Tugas seluruh anak bangsa kita harus menjaga kebersamaan, tidak boleh ada perpecahan, masa karena beda pilihan ada perpecahan, kita harus mendukung pemilu itu sebagai ajang demokrasi yang baik," ucapnya.

Dia juga yakin bahwa pemerintah dengan segenap kemampuan yang ada, mampu menjaga stabilitas keamanan negara demi mensukseskan pesta demokrasi lima tahunan itu,

"Saya mendukung aparat keamanan baik TNI Polri siapa pun yang bertugas dalam mengamankan negara, saya mendukung betul dan saya imbau laksanakan aturan hukum dengan benar dan tidak pilih kasih," tandasnya.

Sementara, terkait beredarnya berita bohong atau hoaks, dia menegaskan bahwa hal tersebut sangat bertentangan dengan ajaran agama.

"Perbuatan hoaks adalah perbuatan yang dilarang oleh agama, artinya kalau mengaku beriman , tidak boleh menciptakan hoaks. Islam tidak pernah mengajarkan ujaran kebencian. Kita ini bersaudara tidak boleh menyakiti saudara kita. Maka dari itu tidak boleh ada juga ujaran kebencian, tidak boleh mengeluarkan kalimat-kalimat yang menjadikan orang sakit hati," pungkasnya.(bh/mos)

Share : |

 
Berita Terkait Pemilu
Respon KontraS atas Siaran Pers Polri Terkait Peristiwa 21-22 Mei 2019
Ungkap Kebenaran, BPN Tekankan Pentingnya TPF Kerusuhan 21-22 Mei
Sejumlah Advokat dan Aktivis Bentuk 'Team Pembela Kedaulatan Rakyat'
Mayor Jenderal TNI (Purn) Soenarko Korban 'Trial By The Press'
Bawaslu Terima 15 Ribu Temuan Pelanggaran Selama Pelaksanaan Pemilu 2019
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Hong Kong: Aksi Ribuan Massa Tetap Digelar Meski RUU Ekstradisi Ditangguhkan
Diterpa kegaduhan, Ketua PD Desak KLB: Demi Harkat dan Martabat SBY!
Pertarungan 'Moral' Di Mahkamah Konstitusi
97 Penipuan Berkedok KPK, Masyarakat Diminta Waspada
Tulisan Kaligrafi di Pintu Masuk Ruang Sidang MK Ini Bikin Merinding
Menhan: Kepolisian Seluruh Dunia Ada di Bawah Kementerian Bukan di Bawah Presiden
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Wakil Ketua DPR: Kredibilitas KPU Hancur Di Sidang MK
Respon KontraS atas Siaran Pers Polri Terkait Peristiwa 21-22 Mei 2019
Tim Hukum Prabowo-Sandi Mempermasalahkan Laporan Penerimaan Sumbangan Dana Kampanye Paslon 01
Bareskrim Polri Gagalkan Penyelundupan 37 Kg Sabu Asal Malaysia
Arief Poyuono: Paslon 01 Mesti Didiskualifikasi, KPU Enggak Paham BUMN Sih..
Sambangi MK, Tim Kuasa Hukum Prabowo-Sandi Bawa Bukti yang Menghebohkan
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]