Banyak" /> BeritaHUKUM.com - Google Menjajaki Bisnis Domain

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Google
Google Menjajaki Bisnis Domain
Tuesday 24 Jun 2014 23:20:42

Google akan menjadi saingan GoDaddy di Amerika Serikat.(Foto: twitter)
CALIFORNIA, Berita HUKUM - Google mengungkapkan rencana untuk membuat layanan registrasi domain dengan melakukan uji coba kepada konsumen.

Perusahaan ini mulai menguji layanan yang bisa memungkinkan konsumen "mencari, menemukan, membeli, dan membayar" nama domain internet untuk bisnis mereka.

Banyak pelaku usaha kini giat untuk menampilkan diri mereka di dunia maya sehingga permintaan akan nama domain terus meningkat.

Langkah ini dilakukan segera setelah GoDaddy - perusahaan registrasi domain terbesar di dunia - mengumumkan niatnya untuk meraih investasi US$100 juta melalui penjualan saham.

"Ini membuat mereka (Google) menjadi kompetitor langsung GoDaddy," kata Keith Timimi, pimpinan VML Qais, agen layanan pemasaran digital.

Berdasarkan data yang disetor ke otoritas di AS, GoDaddy mengelola 57 juta domain di bawah manajemennya hingga akhir tahun lalu dan memperoleh pendapatan sekitar US$1,1 miliar.

Untuk menghadapi persaingan, Google mengatakan mereka menjalin kerja sama dengan empat perusahaan yang khusus merancang situs - yaitu Squarespace, Wix, Weebly, dan Shopify.

Mereka juga mengatakan akan bekerja untuk menyediakan "Layanan hosting dari bermacam-macam perusahaan penyedia dan juga dukungan manajemen domain kepada konsumen."

Divisi bisnis usaha kecil menghadap Google memutuskan untuk membangun produknya karena menurut penelitian, 55 persen dari usaha kecil masih tidak memiliki sebuah situs web. Karena domain bertindak sebagai landasan website, Google memutuskan untuk berbuat lebih banyak untuk membantu perusahaan memulai dengan kehadiran online mereka.(BBC/tnw/bhc/sya)


 
Berita Terkait Google
 
10 Cara Mengatasi Penyimpanan Gmail Penuh dengan Mudah dan Praktis
 
Google Didenda 2,5 Triliun Rupiah Atas Dugaan Monopoli Pasar di Korea Selatan
 
Pembaharuan Fungsi Google Maps Live View untuk Pengemudi
 
Google Meet Hadir di Gmail, Ini Manfaatnya
 
Google Sarankan Jangan Gunakan Browser Microsoft Edge
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Iran bombardir pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain
Nikita Mirzani apes kalah di pengadilan setelah gugatan Rp244 miliar pada Reza Gladys ditolak
Dikabarkan mundur, Purbaya bakal umumkan realisasi APBN Mei 2026 hari ini (5/6)
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Dadan Hindayana, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung Resmi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi MBG
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]