Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Selebriti    
 
Film
Gitaris Eric Clapton Ungkap Kehidupan Pribadinya Lewat Film Dokumenter
2017-09-13 07:19:21

TORONTO, Berita HUKUM - Film dokumenter tentang kehidupan gitaris terkenal Eric Clapton yang secara terbuka mengungkap sisi gelap masa lalunya sebagai pemabuk meskipun disutradarai oleh teman lamanya, Lili Fini Zanuck, diluncurkan di Toronto pada Senin, (11/9).

Zanuck yang mengenal Clapton selama 25 tahun, menyutradarai "Eric Clapton: Life in 12 Bars," mengikuti kehidupan gitaris Inggris berusia 72 tahun tersebut dari masa kanak-kanak sampai menjadi bintang internasional, melalui perjuangannya dengan obat-obatan terlarang dan alkohol serta kematian anak laki-lakinya yang berumur empat tahun pada 1991.

"Untuk melihat diri saya melewati hal tersebut itu tidaklah mudah," ujar Clapton kepada wartawan pada Senin di Festival Film Internasional Toronto, di mana film tersebut memulai debutnya.

"Hingga saya berhenti menjadi pemabuk, saya hanya berbicara omong kosong," tambahnya.

Dalam otobiografinya pada 2007, Clapton menceritakan kecanduannya terhadap obat-obatan dan alkohol selama 20 tahun, yang membuatnya menghabiskan sekitar 16 ribu dolar AS per minggu untuk heroin pada 1970-an.

Kematian anaknya, Conor, yang jatuh dari gedung bertingkat tinggi di New York, memicunya berhenti dari kecanduan.

Musikus yang merupakan produser di film tersebut, berbicara tentang perjuangannya dengan membiarkan hidupnya didokumentasikan dan melakukan wawancara dengan Zanuck dalam sebuah film yang tidak segan-segan mengungkapkan kesalahan yang diperbuatnya.

"Saya tidak suka foto saya diambil, saya tidak suka berbicara dengan wartawan. Saya hanya suka bermain musik," kata Clapton.

Zanuck, peraih Oscar untuk "Driving Miss Daisy" pada 1989 mengatakan bahwa Clapton tidak dapat mengira tanggung jawab yang diberikan kepadanya.

"Bagi saya, film ini mengungkap tentang penebusan - penebusan pribadi, tidak seperti apa yang dipkirkan oleh masyarakat," ungkap Zanuck.

"Tidak ada seorang pun yang membuatnya bangkit dari keputusasaan, dia melakukannya sendiri," tambahnya.

Clapton yang memiliki tembang hits seperti "Bell Bottom Blues," "Kokain" dan "Layla," telah memenangkan 17 Grammy Awards, dan diabadikan dalam Rock and Roll Hall of Fame pada 2000. Dia berada di peringkat dua di majalah Rolling Stone tahun 2015 sebagai 100 gitaris terhebat sepanjang masa, setelah Jimi Hendrix.

"Eric Clapton: Life in 12 Bars" akan ditayangkan di bioskop Amerika Utara akhir tahun ini dan akan ditayangkan di saluran kabel premium Showtime pada Februari. Demikian laporan Reuters.(Antara/bh/sya)

Share : |

 
Berita Terkait Film
10 Film yang Patut Anda Tonton di Bulan Juni 2018
Zulkifli Hasan: Almarhum Benyamin S Sosok Komedian Berkarakter
Panglima dan Kastaf TNI Hadiri Festival Film Nusantara (FFN) 2017 di TIM Jakarta
Panglima TNI: Film 'Merah Putih Memanggil' Hadiah untuk Kalian dari Kami
Bruce Willis akan Kembali Main Film 'Die Hard' 'Prekuel'
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Dirjen AHU: GRIPS Penting Bagi Notaris untuk Cegah TPPU
Kejari Barito Selatan Tetapkan 2 Tersangka Dugaan Korupsi Proyek Jalan dan Jembatan MTU - Bengkuang
Badan Publik Wajib Berikan Informasi Kepada Masyarakat
5 Hal yang Kamu Dapatkan Saat Memesan Makanan di Restorasi Kereta Api
UU Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Perlu Direvisi
Polri Raih Penghargaan Predikat WBK dan WBBM 2018
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Hakim Kabulkan Permohonan Tahanan Kota Alphad Syarif Ketua DPRD Samarinda
Polisi Tangkap 4 Tersangka Pembobol Kartu Kredit di Bandung dan Medan
Ditjen AHU Kemenkumham Raih Penghargaan Zona Integritas WBK/WBBM 2018 dari KemenPAN RB
Kasus Jurnalis Yusro Hasibuan, Lemkapi: Wartawan Harus Bisa Memilah Tugas Jurnalistik dengan Penyebaran Berita Bohong
E-KTP Diperjual Belikan, Mardani: Ini Kejadian Luar Biasa
Ketum PPAD Kiki Syahnakri Sebut Aksi Penembakan di Nduga Papua Melebihi Terorisme
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]