Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 
Pemilu 2014
Gerindra Minta Ical Mengalah Jadi Cawapres Prabowo, Ini Reaksi Golkar
Saturday 03 May 2014 01:11:43

Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto (kanan) bersama Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie memberikan keterangan pers usai pertemuan tertutup di Jakarta, Selasa (29/4).(Foto: detik)
JAKARTA, Berita HUKUM - Ketum Gerindra Suhardi menyarankan capres Golkar Aburizal Bakrie mengalah untuk menjadi cawapres bagi Prabowo Subianto. Golkar tak senang dengan saran Suhardi.

"Partai Golkar menghargai pendapat Ketua Umum Partai Gerindra, tetapi Partai Golkar berpandangan, penilaian yang menyangkut materi yang substansinya begitu penting dan strategis tidaklah elok disampaikan secara terbuka di wilayah publik, apalagi mealui media massa," kata Ketua DPP Golkar Hajriyanto Thohari saat dihubungi, Jumat (2/5).

Seharusnya, usulan Ketum Gerindra terhadap Ketum Golkar itu tidak secara langsung diungkap ke publik terlebih dahulu, melainkan dibicarakan dengan elite Golkar agar tercapai kesepakatan.

"Alangkah eloknya kalau materi semacam itu dibicarakan di dalam meja perundingan koalisi yang terhormat dan beradab," imbuh Hajriyanto.

Wacana pasangan capres dan cawapres Prabowo-Ical mulai mengemuka selepas pertemuan keduanya di kediaman Ical. Selang beberapa hari, Ical dikabarkan telah legowo menurunkan statusnya, dari yang semula capres kemudian menjadi cawapres. Lalu apakah jika dibicarakan secara elok, melalui forum perundingan koalisi, duet Prabowo-Ical bakal terealisasi?

"Saya yakin akan ada jalan keluar yang win-win solution," kata Hajriyanto.

"Keputusan Rapimnas 2012 ARB adalah capres dari Partai Golkar. Posisi itu masih resmi dan berjalan sampai hari ini," tandasnya.(dnu/trq/detik.com/bhc/sya)


 
Berita Terkait Pemilu 2014
 
Sah, Jokowi – JK Jadi Presiden dan Wakil Presiden RI 2014-2019
 
3 MURI akan Diserahkan pada Acara Pelantikan Presiden Terpilih Jokowi
 
Wacana Penghapusan Kementerian Agama: Lawan!
 
NCID: Banyak Langgar Janji Kampanye, Elektabilitas Jokowi-JK Diprediksi Tinggal 20%
 
Tenggat Pendaftaran Perkara 3 Hari, UU Pilpres Digugat
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja
Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal
Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat
Satelit Lampung-1 milik perusahaan China siap diluncurkan, apa manfaat dan risikonya?
Rakyat berhak jadi hakim kinerja Menteri Prabowo, Emrus: Jangan hindari kabinet bayangan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]