Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 
Pilpres
Gatot Nurmantyo Beri Kejutan di Akhir Kampanye Merapat ke 02 Koalisi Indonesia Adil Makmur
2019-04-13 15:59:03

Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo menghadiri acara Pidato Kebangsaan calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto yang diselenggarakan di Dyandra Convention Center, Surabaya, Jawa Timur pada Jumat (12,4).(Foto: Istimewa)
SURABAYA, Berita HUKUM - Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) TNI Gatot Nurmantyo menghadiri pidato kebangsaan Calon Presiden No Urut 02 Prabowo Subianto di Dyandra Convention Center, Kota Surabaya, Jawa Timur, Jumat (12/4) sore.

Dua hari berturut-turut Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto membuat kejutan. Kamis (11/4), Prabowo bertemu dan berdialog dengan ustaz kondang Abdul Somad alias UAS seperti yang disirkan eksklusif di Tv One.

UAS sebagai tokoh agama adalah rujukan banyak masyarakat dalam memilih, dan Gatot menjadi rujukan oleh para swing voters dan undecided voters yang belum memutuskan.

Gatot Nurmantyo naik ke panggung saat Prabowo menyampaikan pidato kebangsaan di akhir-akhir masa kampanye Pilpres 2019.

Gatot yang mengenakan baju putih dan topi hitam langsung menyalami Prabowo.

Naik ke podium, Gatot mendapat sambutan meriah dari peserta pidato kebangsaan.

Setelah bersalaman dengan Prabowo, Gatot lalu duduk di kursi yang disiapkan panitia untuk 80 putra-putri terbaik bangsa yang sebelumnya disebut-sebut sebagai calon menteri.

Kursi untuk 80 putra-putri terbaik bangsa itu disusun berbaris menghadap peserta pidato kebangsaan.

Kekuatan nasional Indonesia bergantung pada kebersatuan rakyat dan Tentara Nasional Indonesia (TNI). Oleh karenanya, rakyat harus tetap bersatu dan bersama dengan TNI menghadapi segala tantangan kebangsaan.

Demikian disampaikan oleh Mantan Panglima TNI, Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo dalam Pidato Kebangsaan Indonesia Menang bareng Tim Prabowo-Sandi.

"Tentang kondisi nasional, ada satu hal yang kritis bahwa kekuatan inti Bangsa Indonesia itu adalah bersatunya TNI dan rakyat. Kalau TNI kuat, rakyatnya kuat, negara manapun tidak akan bisa (mengancam, red)," kata Gatot di hadapan hadirin.

Ia pun mencontohkan persatuan rakyat dan tentara saat awal kemerdekaan. Saat itu, tepat di Kota Surabaya, rakyat dan tentara bahu membahu dengan senjata seadanya, menghalau pasukan sekutu yang bersenjata canggih.

Namun, menurut Gatot, fakta saat ini tidak demikian. Pasalnya, anggaran untuk TNI, selama ia menjabat, tergolong kecil yaitu sekitar Rp 6 triliun. Padahal, TNI baik Darat, Laut maupun Udara, memiliki personel yang cukup besar, banyak pesawat tempur, kapal, tank dan senjata berat lainnya.

"Tetapi ada institusi yang tidak punya pesawat tempur, senjata pendek dan ada senjata panjang sedikit saja dan jumlah personel tidak sampai 3000 tetapi anggaran empat triliun, dan Kepolisian RI 17 Triliun," terangnya.

"Tidak ada yang salah, semua benar-benar saja, tetapi ini adalah dari segi anggaran mengecilkan TNI," pungkasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo mengumumkan sedikitnya 80 nama putra-putri terbaik bangsa yang akan siap membantunya bersama Sandiaga Uno ketika nanti terpilih dalam Pilpres 17 April mendatang.(RMOL/bh/sya)


 
Berita Terkait Pilpres
 
Beredar 'Bocoran' Putusan Pilpres di Medsos, MK: Bukan dari Kami
 
Selain Megawati, Habib Rizieq dan Din Syamsuddin Juga Ajukan Amicus Curiae
 
Ahli dari Kubu Prabowo Sebut Pencalonan Gibran Sesuai Putusan 90, Hakim MK Bilang Begini
 
Bertemu Ketua MA, Mahfud MD Minta Pasangan Prabowo-Gibran Didiskualifikasi di MK
 
Tak Mau Buru-buru Soal Hasil Pemilu, Koalisi Amin Kompak Tunggu Pengumuman KPU
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja
Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal
Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat
Satelit Lampung-1 milik perusahaan China siap diluncurkan, apa manfaat dan risikonya?
Rakyat berhak jadi hakim kinerja Menteri Prabowo, Emrus: Jangan hindari kabinet bayangan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]