Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
TNI-Polri
Gatot Nurmantyo: Jika TNI-Polri Dibenturkan, Presiden Akan Kehilangan Kedua Tangan
2019-10-06 06:02:57

Mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo.(Foto: Istimewa)
JAKARTA, Berita HUKUM - Mantan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo memberikan wejangan kepada TNI dan Polri. Pesan ini disampaikan Gatot di HUT TNI ke-74.

Gatot meminta agar TNI dan Polri tetap solid dan menjaga kekompakan serta menghindari pertikaian. Terlebih, jelang pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih 20 Oktober mendatang. Di momen seperti ini biasanya kerap muncul pihak yang berupaya mengadu domba.

Gatot menekankan, Polri adalah tangan kanan presiden dalam kondisi tertib sipil, TNI tangan kirinya presiden. Tapi dalam kondisi darurat militer, terbalik, TNI tangan kanan, dan Polri tangan kiri presiden.

"Dua-duanya memiliki peran penting bagi berbangsa dan bernegara dan jangan mau dibenturkan. Kalau dibenturkan maka presiden akan kehilangan kedua tangannya," ujar Gatot setelah menghadiri HUT TNI ke-74 di Lanud Militer Halim Perdanakusuma, Jakrta Timur, Sabtu (5/10).

Gatot juga meminta kepada seluruh jajaran TNI di hari jadinya ke-74 ini untuk senantiasa melakukan intropeksi dan evaluasi diri. Pertama terkait ucapan, sikap, dan tindakan. Mereka harus tetap berpegang teguh pada sapta marga TNI.

Kedua, lanjut Gatot, prajurit harus mengevaluasi setiap tugas yang dijalankan apakah sudah berorientasi kepada kemaslahatan bangsa dan rakyat. Sebab, tema 'TNI Profesional Kebanggaan Rakyat' tidak akan berarti apapun tanpa 2 syarat tersebut.

"Maka pesan saya buatlah yang terbaik, berani tulus dan ikhlas untuk bangsa dan rakyatnya. Apabila pimpinanmu tidak memujimu teruslah kamu bekerja keras dengan motivasi tinggi untuk menjaga tetap kokoh persatuan dan kesatuan bangsa," tegasnya.

Sebagai prajurit, Gatot menilai tidak boleh gila hormat. Cukup menunjukan kerja yang baik. Dan menyerahkan penilaian kepada rakyat.

"Rakyat pasti akan melihat profesionalisme dan bangga," pungkasnya.(iy/RMOL/bh/sya)


 
Berita Terkait TNI-Polri
 
Panglima TNI berikan Kejutan Kepada Kapolri di HUT Polri ke-74
 
Gatot Nurmantyo: Jika TNI-Polri Dibenturkan, Presiden Akan Kehilangan Kedua Tangan
 
Panglima TNI: Amankan dan Sukseskan Pesta Demokrasi 2019
 
Panglima TNI dan Kapolri Pimpin Apel Kesiapan Pengamanan Bersama
 
Prajurit TNI-Polri Harus Dapat Meredam Isu Jelang Pemilu 2019
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Pemerintah Tetap Jalankan Tapera, Legislator Beri Masukan
Fadli Zon: Hati-Hati Utang BUMN Bisa Picu Krisis Lebih Besar
Lapor JAGA Bansos, Data Pelapor Dijamin Aman
KPK Monitor Implementasi Bansos Covid-19 di DKI Jakarta dan Kemendes PDTT
Pemerintah dan DPR Perlu Duduk Bersama Batalkan RUU HIP
DPR Tegaskan Pentingnya Pengawasan Anggaran Covid-19
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Penyelidikan Kasus Dugaan Suap THR Rektor UNJ Distop, Polda Metro: Tidak Memenuhi Unsur Tindak Pidana Korupsi
Sahroni Minta Penegak Hukum Cek Kondisi Djoko Tjandra
Ongkosi Anak Buahnya Serang Nus Kei, John Kei Juga Sebut Penghianat Itu Hukumannya Harus Mati
Bupati Kutai Timur Ismunandar Beserta Istri Yang Menjabat Ketua DPRD Kena OTT dan Jadi Tersangka KPK
Pembakaran Bendera PDIP Dibawa Ke Jalur Hukum, Edy Mulyadi: Silakan, Loe Jual Gue Borong!
Hadiri Pemusnahan Barang Bukti, Kapolri: Kita Bukan Tempat Transit Perdagangan Narkoba
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]