Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

EkBis    
 
Pilot
Garuda Pastikan Kurangi Sewa Pilot Asing
Monday 19 Sep 2011 23:23:16

Pesawat Garuda Indonesia (Foto: BeritaHUKUM.com/RIZ)
JAKARTA (BeritaHUKUM.com) – PT Garuda Indonesia (Persero) akan terus mengurangi penggunaan pilot asing. Hal ini akan dilakukan secara bertahap. Bahkan, dipastikan pada Februari 2012 yang tersisa hanya lima pilot asing. Untuk itu, Asosiasi Pilot Garuda (APG) tidak perlu lagi mempermasalahkan keberadaan mereka.

Nantinya, pilot asing pun bakal diperlakukan sama dengan pilot kontrak asal Indonesia lainnya. "Pada Februari 2012 akan ada kontrak baru, yang masih tersisa mungkin hanya lima pilot saja. Hingga pertengahan September ini saja jumlah pilot asing Garuda tinggal 34 orang termasuk tiga kapten pilot.” VP Fligth Garuda Indonesia, Suhasril Samad di Jakarta, Senin (19/9).

Samad menjelaskan, pada perjanjian baru yang akan diterapkan, nantinya pilot asing akan diperlakukan sama dengan pilot lokal dengan status Pegawai Kontrak Waktu Tertentu (PKWT). "Kontrak pilot asing akan direnegosiasi dengan batas waktu paling cepat akhir Oktober dan paling lambat awal November 2011," jelasnya.

Sebelumnya, dalam keterangan APG beberapa waktu lalu, menyebut gaji kapten pilot asing yang dikontrak Garuda bisa mencapai 8.000 dollar AS. Sementara gaji kapten pilot lokal yang telah diangkat menjadi pegawai Garuda hanya Rp 50 juta. Nilai yang jauh inilah memicu kemarahan pilot lokal yang sudah lebih lama bekerja.

Tidak Gentar
Sementara itu, Kepala Humas Garuda Indonesia, Pujobroto menyambut baik langkah pesaingnya PT Lion Mantari Airlines (Lion Air) yang akan membangun maskapai baru dengan konsep full services, Space Aviation Services (Space Air).

Jika Space Air nanti hadir, kata dia, Garuda tentunya akan meningkatkan persaingan di penerbangan full services. "Kalau banyak pilihan maka masyarakat tinggal pilih. Tentu saja Garuda akan lebih meningkatkan layanan, jadi kami telah siap bersaing," kata dia.

Menurutnya, persaingan sehat justru akan menyehatkan Garuda. Maskapai ini akan terus memperbaiki diri serta pelayanan kepada konsumen. "Buktinya dulu Garuda selalu merugi, begitu maskapai lain lahir, maka kami berbenah dan sekarang terus meraih untung," ujarnya.

Diperkirakan Space Air akan beroperasi pada akhir 2012. Jika terlaksana rencana itu, maskapai itu akan menjadi pesaing utama Garuda pada bisnis penerbangan full services. Selama ini Lion Air meski menjadi maskapai nomor satu yang menguasai 40 persen penumpang dianggap bukan pesaing Garuda, karena hanya melayani low cost carrier (LCC) dengan segmen yang lebih rendah.(tnc/ind)


 
Berita Terkait Pilot
 
Deklarasi Perhimpunan Profesi Pilot Indonesia (PPPI) Guna Kesetaraan Profesi di Kancah Domestik dan Internasional
 
Ikatan Pilot Indonesia Ajak Masyarakat Lebih Bijak Menyikapi Berita Tragedi Kecelakaan Lion Air JT-610
 
Pimpinan DPR Minta Pemerintah Ambil Jalan Persuasif untuk Kasus Pilot Garuda
 
Kapten Pilot Gema Melaporkan Beberapa Pilot Diduga Melakukan Pencemaran Nama Baik
 
Ikatan Pilot Indonesia (IPI) Bentuk Kepengurusan di Kongres Pertamanya
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Begini Sibuknya Polri Distribusikan Bantuan Logistik Kapolri untuk Korban Gempa di Flores
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja
Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal
Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]