Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Gaya Hidup    
 
Garuda Indonesia
Garuda Indonesia dan Kemendikbud Luncurkan Program Cara Membalas Jasa dan Budi Guru
Saturday 01 Aug 2015 12:53:33

Tampak suasana acara Kemendikbud dengan PT Garuda Indonesia,Tbk melangsungkan MoU untuk program Balas Jasa dan Budi pada Guru di Gedung Graha A Lt.3 Kemendikbud, Senayan, Jakarta pada, Jumat (31/7).(Foto: BH/mnd)
JAKARTA, Berita HUKUM - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dengan PT Garuda Indonesia,Tbk melangsungkan penandatanganan nota Kesepahaman atau MoU (Memorandum Of Understanding) untuk program Balas Jasa dan Budi pada Guru. Peluncuran program mengenai penghargaan, pelatihan, dan kemudahan akses bagi para Guru, Pendidik lainnya dan Tenaga Kependidikan.

Sebagai bagian dari komitmen perusahaan Garuda Indonesia,Tbk untuk terus memajukan dunia pendidikan nasional, Nota kesepahaman ini sebagai bagian rangkaian gerakan yang memuliakan guru, cakupan MoU meliputi pemanfaatan jasa dan layanan transportasi udara bagi para guru, pendidik, dan tenaga kependidikan pada jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD), pendidikan dasar dan pendidikan menengah. Nota kesepahaman tersebut berlaku selama lima tahun semenjak ditandatangani oleh kedua pihak.

Turut hadir pada prosesi penandatanganan MoU ini, Direktur Utama PT Garuda Tbk. Arif Wibowo, Handayani Direktur Niaga Garuda Indonesia, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan, Dirjen GTK Kemendikbud Sumarna Surapranata, beserta para pegawai / staff Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang diadakan di Gedung Graha A Lt.3 Kemendikbud, Senayan, Jakarta pada, Jumat (31/7).

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemendikbud (Dirjen GTK Kemendikbud) Sumarna Surapranata mengutarakan, "melalui MoU ini, pemerintah mendorong masyarakat memberikan penghargaan, terutama penghargaan non finansial baik kepada guru dan pendidikan," ujarnya, saat menjelaskan maksud dan tujuan penandatanganan MoU ini.

"Selama 15 jam semenjak jam 5 sore kemarin (Kamis) hingga tadi jam 8 pagi, kami melakukan semacam himbauan kepada para rekan-rekan eselon 1, dimana kami telah memperoleh 1.3511.000 poin (1 poin=setara Rp100,-). Dan ini masuk ke bank milik Garuda yang akan diberikan kepada rekan kita, guru-guru, " jelas Sumarna Surapranata.

Sebanyak hampir 1.400.000 poin mileages yang telah dimiliki oleh pegawai Kemendikbud akan disumbangkan bagi Guru berprestasi, berdedikasi di daerah khusus dan terpencil nantinya.

Sementara, "Penandatanganan MoU ini ingin menggugah kesadaran masyarakat luas, dan dunia usaha bahwa, pendidikan sangat penting," kata Muhammad Arif Wibowo, Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA).

Sebelum prosesi penandatanganan MoU pun menayangkan dokumenter film yang menggambarkan kesan pesan untuk Guru, kehidupan Guru-guru di daerah pelosok, serta tantangan dihadapi oleh guru-guru yang mendedikasikan untuk mengajar di daerah, dipresentasikan di ruang Graha Kementerian Pendidikan Kebudayaan.

Handayani selaku Direktur Pemasaran dan Penjualan (Niaga) PT Garuda Indonesia,Tbk (GIAA) pada kesempatan ini mengatakan, "Mungkin kita sempat lupa peran dan jasa guru kita yang telah menjadikan kita seperti ini. Namun, Garuda Indonesia mengajak masyarakat untuk berpartisipasi untuk membalas budi guru. Dan mengajak masyarakat untuk mendonasikan poin penerbangan Garuda Indonesia sebagai bentuk balas budi pada guru," ungkap Handayani Direktur Niaga Garuda Indonesia.

Sementara itu, Mantan Rektor Universitas Paramadina yang saat ini menjabat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan menjelaskan kalau banyak yang sudah merasakan manfaat dari pendidikan, tapi sayangnya banyak yang tidak tahu bagaimana cara membalas jasa bagi para guru.

"Kemdikbud menargetkan bisa mengumpulkan satu miliar poin penerbangan, sehingga bisa menerbangkan para guru. Saat ini yang baru terkumpul baru 1,3 juta 'mile', " kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan.

“Apa yang dikerjakan Garuda ini sangat luar biasa. Ini membuat menjadi sejarah, dan saya percaya Garuda menjadi perusahaan penerbangan pertama yang memberikan perlakuan spesial bagi para guru. Semoga hal ini bisa menular ke sektor yang lainnya,” tutur Mendikbud.

Kemdikbud dan Garuda Indonesia menjalin kerjasama memberi diskon khusus tiket penerbangan, kelebihan bagasi bagi para tenaga pengajar dan pendidikan, diskonnya di khususkan bagi perjalanan dinas beserta perjalanan pribadi, dan keluarga inti yang terdiri dari pasangan dan tiga orang anak.

Satu poin penerbangan nilainya setara Rp100,-. Kemdikbud menargetkan bisa mengumpulkan satu miliar poin penerbangan, yang nantinya akan ditukarkan dengan tiket penerbangan buat guru, pendidik lainnya dan tenaga Kependidikan.

"Kemendikbud hanya menyediakan "platform", harapannya semua masyarakat dapat menyumbang bagi para guru," pintanya.

Sedangkan, bagi masyarakat yang mau menyumbangkan poin penerbangannya dapat melalui situs resmi Garuda Indonesia ( https://www.garuda-indonesia.com ). Selain memberikan diskon khusus, Garuda Indonesia turut memberikan layanan "check in" khusus, donasi poin penerbangan, dan fasilitas lainnya.(bh/mnd)

Share : |

 
Berita Terkait Garuda Indonesia
Garuda Indonesia Resmi Sediakan Layanan Perawatan Komponen Airbus
Pertama Kalinya Simulasi Keselamatan Penerbangan Garuda Indonesia, Diikuti oleh Jajaran Direksi
Karyawan Garuda Indonesia Batal Mogok Kerja
KPK Tetapkan 2 Tersangka Suap Pengadaan Pesawat Garuda Indonesia
Garuda Indonesia dan Kemendikbud Luncurkan Program Cara Membalas Jasa dan Budi Guru
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Amien Rais Diperiksa sebagai Saksi terkait Kasus Dugaan Makar Eggi Sudjana
Komisi V Tinjau Kesiapan Pemerintah Antisipasi Mudik Lebaran
Muhammadiyah Kecam Aksi Unjuk Rasa 21-22 Mei yang Berujung Rusuh
Ciptakan Generasi Berkarakter Islam MIN 1 Gelar Pesantren Kilat
Dana BOS Triwulan ke II 2019 Sudah Cair untuk Peningkatan Kualitas Pendidikan
AJI: Ada 7 Jurnalis Menjadi Korban Saat Meliput Aksi Demo 22 Mei
Untitled Document

  Berita Utama >
   
AJI: Ada 7 Jurnalis Menjadi Korban Saat Meliput Aksi Demo 22 Mei
Pemerhati Hukum Siber: Pembatasan Akses Media Sosial Adalah Kebijakan Yang Aneh
Mengapa Situng Baru 92 %, KPU Tiba-Tiba Menyahkan Rekapitulasi Pilpres?
Pesan Aksi Damai, Prabowo: Kami Ingin Menegakkan Kebenaran dan Keadilan
Potret Pemilu 2019, LKPI: Ada 72,8 Persen Mengatakan Ada Banyak Kecurangan
Bawaslu Sebut 6,7 Juta Pemilih Tak Dapat C6 dan 17 Ribu TPS Telat Dibuka
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]