Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

EkBis    
 
Garuda Indonesia
Garuda Indonesia Resmi Sediakan Layanan Perawatan Komponen Airbus
2019-04-03 16:31:20

Foto Bersma saat acara penandatanganan perjanjian antara GMF dan Airbus, Bruno Bousquet.(Foto: BH /na)
TANGERANG, Berita HUKUM - PT Garuda Maintenance Facility AeroAsia, Tbk (GMF) secara resmi telah menjadi penyedia layanan perbaikan beberapa komponen pesawat Airbus. Melalui kerjasama antara Airbus, PT GMF AeroAsia akan menangani layanan perawatan, perbaikan, dan overhaul (MRO) pesawat dan membantu maskapai operator A320 dan A330 di Indonesia dan Asia Tenggara.

Direktur Bisnis dan Base Operation PT GMF AeroAsia, Tazar Marta Kurniaean menjelaskan, kerjasama GMF dengan Airbus dilakukan guna membuka peluang bagi GMF AeroAsia untuk meningkatkan kemampuan serta mendukung lebih banyak operator di Indonesia dan wilayah sekitarnya.

"Ini merupakan hubungan kerjasama yang sukses dengan Airbus," kata Tazar usai menandatangani perjanjian kerjasama dengan Airbus, di Hanggar GMF, Bandara Internasional Soekarno Hatta, Selasa (2/4).

Menurutnya, Airbus dan AeroAsia memiliki hubungan jangka panjang terkait kerjasama pelatihan perawatan pesawat. Kerjasama tersebut membuka peluang bagi GMF untuk menawarkan pelatihan perawatan pesawat dengan sertifikasi Airbus dari fasilitasnya ke seluruh pelanggannya di Asia Tenggara.

"Kerjasama ini juga bisa membuat GMF dapat menunjukkan kiprahnya di dunia, khususnya pada bidang perawatan komponen," kata Tazar .

Selain perawatan komponen, kata dia, GMF juga berencana merambah kolaborasi lada lini perawatan Airframe dengan Airbus.

Head of Customer Services Asia Pasific of Airbus Bruno Bousquet mengatakan bahwa Airbus mempercayakan GMF sebagai center of exellence perawatan komponen untuk pesawat Airbus berjenis komersial.

Menurutnya, kerjasama yang terjalin itu sesuai dengan komitmen Airbus untuk memberikan komponen secara tepat waktu dan tanpa hambatan.

"Perjanjian ini merupakan dukungan Airbus untuk meningkatkan kemampuan dan mendukung lebih banyak operator dan dunia penerbangan di Indonesia," kata Bruno.

Sebelumnya diketahui, kerjasama antara PT GMF AeroAsia dengan Airbus bukanlah hal baru. Pada 2013, GMF resmi ditunjuk sebagai pusat pelatihan perawatan pesawat Airbus. GMF dipercaya sebagai Approve Training di area regional Asia Tenggara dan sekitarnya untuk pesawat A320 CEO dan A320 NEP.

Adapun kerjasama tersebut diperbaharui pada 2018 dengan menambah beberapa cakupan pelatihan untuk engine ground run up Airbus A320 dan A330 serta extended range twin engine operational performance standards (ETOPS) Training dengan jangka waktu lima tahun.(bh/na)


 
Berita Terkait Garuda Indonesia
 
Anggota DPR Soroti Alokasi PMN Garuda Sebesar Rp7,5 Triliun
 
Menteri BUMN Laporkan Dugaan Korupsi Pembelian Pesawat Garuda Era Dirut AS ke Kejagung
 
Selamatkan Garuda Indonesia, Anggota DPR Dukung Usulan Pembentukan Panja
 
Anggota Komisi VI Tolak Opsi Garuda Indonesia Pailit
 
Hingga Desember 2020, Garuda Indonesia Tunggak Gaji Karyawan Rp 326 Miliar
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?
Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja
Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal
Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat
Satelit Lampung-1 milik perusahaan China siap diluncurkan, apa manfaat dan risikonya?
Rakyat berhak jadi hakim kinerja Menteri Prabowo, Emrus: Jangan hindari kabinet bayangan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution
Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]