Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 
Amien Rais
Gara-gara Kasus Ahok, Amien Rais: Bangsa Ini Tarung, Pecah. NKRI Juga Bisa Bubar!
2016-11-21 08:06:39

Ilustrasi. Tampak Prof. Dr. H. Amien Rais saat mengikuti demo massa Jihad jilid III, Aksi Bela Islam untuk menuntut Ahok diadili dan ditangkap, Jakarta, Jumat (4/11) lalu.(Foto: BH /mnd)
JAKARTA, Berita HUKUM - Politikus Senior Indonesia dari Partai Amanat Nasional (PAN) Prof. Dr. H Amien Rais (72) menilai kasus penistaan agama islam oleh calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok berpotensi memecah belah bangsa.

Karenanya, Amien Rais meminta agar Ahok segera ditahan. "Untuk itu segera menahan Ahok, sebab kasusnya sudah bukan lagi persoalan umat Islam dan berpotensi memecah-belah bangsa," ujar Amien Rais, Minggu (20/11).

Amien meminta agar penahanan Ahok tersebut segera dilaksanakan karena jangan sampai terlambat dan berakibat fatal. "Nasi belum jadi bubur. Kalau yang lain ditangkap, kenapa ini kok bebas. Ada apa?" lanjutnya.

Mantan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Amien Rais pun meminta Presiden Jokowi untuk bersikap adil, agar lebih mengedepankan kepentingan bangsa yang lebih besar terkait kasus penistaan agama tersebut.

Jika Jokowi terlambat, lanjutnya, maka hal ini sama saja dengan membunuh sejarah.

"Bangsa ini tarung, pecah. NKRI juga bisa bubar!," tegas Amien.(ra/fajar/bh/sya)



 
Berita Terkait Amien Rais
 
• Amien Rais Minta Menko Marves Luhut Segera Mundur
 
• Prabowo Jadi Menhan, Amien Rais Menahan Diri untuk Kritik Kabinet Jokowi
 
• Amien Rais: Seorang Muslim Tidak Boleh Berpikir Kalah di Dunia, Menang di Akhirat
 
• Prof Amien Rais 'Yatim' Secara Politik?
 
• Amien Rais Bersyukur Tabligh Akbar Alumni 212 di Solo Dihadiri Puluhan Ribu Massa
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
• SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
• Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
• Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
• Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"
Untitled Document

  Berita Utama >
   
• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah
• Fahd El Fouz A Rafiq Diam Saat Ditanya Jadi Tersangka KPK yang Ketiga Kali
• SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat
• Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga
• Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar
• Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]