Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Selebriti    
 
Kosmetik
Gagal Bisnis Kosmetik, Manohara Buka Kafe
Saturday 23 Jul 2011 00:1

Istimewa
Setelah setahun menjalankan bisnis kosmetik, artis cantik Manohara Odelia Pinot, berencana mengembangkan bisnisnya dengan membuka kafe kecil. Bagi mantan permaisuri pangeran Kelantan, Malaysia ini, kesempatan langka tersebut pantang untuk disia-siakan begitu saja. “Aku mau bikin kafe kecil. Buat Mano, selama ada kesempatan bagus, kenapa tidak,” ujarnya

Bisnis yang sudah direncanakan sejak tahun lalu, sudah terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Kecintaannya terhadap dunia bisnis, ia pun berharap kafenya bisa bertahan lama. “Izin dari luar juga sudah legal, sehingga jajanan yang disajikan di kafe Mano dijamin aman dan halal,” ujar dia kepada wartawan di Bellezza Permata Hijau, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Jumat (22/7).

Manohara sempat menceritakan, saat menjalakan bisnis kosmetiknya tahun lalu, dirinya punya pengalaman menarik. Hanya karena persoalan kemasan untuk produk kosmetiknya, ia sempat berselisih pendapat dengan tim marketingnya. "Saya tak cocok dengan pihak marketing. Bagaimana kalau packagingnya lebih bagus, lebih besar dan harga tetap. Lebih lama, tapi hasilnya maksimal," jelas dia.

Namun, perbedaan pandangan itu tak gentar untuk terus berbisnis. Dia akan terus mengembangkan bisnis sambil terus belajar meningkatkan kemampuan mengelola perusahaan melalui metode learning by doing. "Namanya baru terjun di dunia bisnis, aku harus learning by doing saja. Dengan kesalahan lalu aku banyak belajar. Hal ini dijadikan motivasi dan challenges saja,” tegasnya.

Manohara Odelia Pinot, lahir di Jakarta, 28 Februari 1992. Ia dikenal sebagai seorang model. Manohara memiliki darah campuran Amerika Serikat dan Bugis. Nama Manohara mencuat di berbagai media massa Indonesia dan Malaysia pada pertengahan April 2009 lalu, karena konflik yang terjadi dengan suaminya, Tengku Muhammad Fakhry Petra, putera ke-3 Sultan Kelantan, Malaysia.

Manohara bertemu dengan Tengku Fakhry di Perancis pada Desember 2006, saat jamuan makan malam oleh Wakil Perdana Menteri Malaysia. Saat itu terjalin hubungan di antara keduanya, dan pada 26 Agustus 2008, Manohara dan Tengku Fakhry menikah di Malaysia. Setelah menikah, Manohara mendapat gelar Cik Puan Temenggong dan menjadi anggota dari keluarga kerajaan Kelantan.

Dua bulan kemudian, Manohara memutuskan kembali ke Jakarta dan tidak mau kembali ke Malaysia. Ia dikabarkan mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan dari suaminya. Ia juga meminta sang suami memenuhi janjinya menggelar pesta pernikahan di Jakarta. Tengku Fakhry kemudian menjemput Manohara, membelikan mobil sebagai hadiah ulang tahun, serta mengajak Manohara beserta keluarganya untuk umrah bersama.

Ketika selesai umrah pada 9 Maret 2009, Tengku Fakhry segera membawa istrinya kembali ke Malaysia, namun tidak membawa serta keluarga Manohara. Ibu Manohara, Daisy Fajarina, kemudian menyatakan bahwa ia mengalami pencekalan ketika akan mengunjungi putrinya di Malaysia. Daisy lalu meminta bantuan Pemerintah Indonesia dan Komnas HAM untuk mengatasi masalah tersebut.

Kasus ini semakin mendapatkan perhatian, setelah Perdana Menteri Malaysia Najib Tun Razak mengelak pertanyaan wartawan mengenai tuduhan penculikan Manohara oleh seorang pangeran Malaysia, saat ia bertemu Presiden SBY di Jakarta pada 23 April 2009. Pemerintah Indonesia melalui pejabat Kedutaan Indonesia di Kuala Lumpur, selanjutnya meminta penjelasan dari Pemerintah Malaysia mengenai dugaan pencekalan tersebut.

Kemudian, pada Minggu, 31 Mei 2009, Manohara tiba kembali di Indonesia bersama dengan ibunya dari Singapura. Melalui konferensi pers, Manohara menyatakan bahwa ketika bersama keluarga Kerajaan Kelantan sedang berada di Singapura untuk menjenguk Sultan Kelantan yang tengah berobat di Singapura, ia berhasil lolos dari penjagaan pengawal Kesultanan Kelantan. Dengan bantuan aparat Singapura dan staf diplomatik Kedutaan Besar Amerika Serikat, Manohara berhasil bertemu dengan ibunya yang saat itu juga sedang berada di Singapura.

Manohara bersama ibunya segera kembali ke Indonesia. Manohara menyatakan bahwa segala tuduhan penculikan dan penganiayaan yang dilayangkan ibunya kepada suaminya adalah fakta. Manohara juga menyatakan tidak bersedia kembali ke Kelantan dan menyatakan niatnya untuk bercerai dari Tengku Fakhry. Sebelum menikah, Manohara pernah menjalin hubungan dengan beberapa lelaki. Di antaranya Ardi Bakrie (komisaris utama TVOne), dan Ryan Haryanto (pembalap muda asal Singapura).(biz/ans)

Share : |

 
Berita Terkait Kosmetik
Wardah Berkolaborasi 4 Designer Muda di Ajang JFW 2016
Sophie Luncurkan Program Garansi 6 Bulan untuk Member
Tangkap Tiga Tersangka, Polisi Amankan Ribuan Kosmetik Berbahaya
Perpaduan Manfaat Skin care dan Kosmetik sebagai Rahasia Perawatan Kecantikan Perempuan Asia
Warga Diimbau Waspadai Produk Kosmetik Palsu
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Tolak Bantuan DKI Jakarta Atasi Karhutla, Warga Riau Sebut Pemprov Riau Sombong
Polda Metro Jaya Bekuk Pengedar Narkoba Jaringan Malaysia-Batam-Jakarta
Serangan Kilang Minyak Arab Saudi: AS Sebut Data Intelijen Menunjukkan Keterlibatan Iran
Bedah Otak Anies Terkait Ibu Kota
Paripurna DPR Sepakat 19 Tahun Jadi Batas Usia Minimal Perkawinan
Selamat Jalan KPK...
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Polda Metro Jaya Bekuk Pengedar Narkoba Jaringan Malaysia-Batam-Jakarta
Willem Wandik: Usai Pulkam, Mahasiswa Harus Kembali Kuliah
Indonesia Darurat Asap, Presiden Segeralah Bertindak!
Jokowi Tolak Penyadapan KPK Seizin Pihak Eksternal, Padahal Memang Tak Ada di Draf Revisi UU KPK
Label Halal Dilidungi UU, MUI: Kebijakan Menteri Enggar Adalah Kemunduran Peradaban
RUU Perkoperasian Sepakat Dibahas di Paripurna DPR
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]