Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Cyber Crime    
 
Hoax
GESIT Deklarasikan Gerakan Lawan Hoax dan Radikalisme di Sosmed
2019-07-29 19:33:36

GESIT Deklarasikan Anti Hoax dan Tangkal Radikalisme di Sosial Media (Sosmed).(Foto: BH/ amp)
JAKARTA, Berita HUKUM - Sejumlah komponen masyarakat dari kalangan generasi milenial dan umum yang tergabung dalam Gerakan Literasi Terbit (GESIT) mendeklarasikan gerakan posting konten positif dan lawan hoax serta tangkal radikalisme di sosial media (sosmed), yang diadakan di Ballroom Mega Menteng, Jalan RP Soeroso, Cikini, Jakarta Pusat, Senin (29/7).

Deklarasi dan kegiatan literasi yang dilaksanakan oleh GESIT ini bertujuan untuk mengajak dan menguatkan kesadaran warganet dalam memperkokoh persatuan dan mewujudkan kemajuan bangsa

Kegiatan dihadiri sejumlah kalangan pegiat media sosial diantaranya blogger, vloger, youtuber, content creator, pengamat, insan pers, dan politisi, seperti Mochamad Guntur Romli (Influencer Sosmed), Zuhairi Misrawi (Anggota DPR RI yang juga Ketua Baitul Muslimin PDIP) dan Hafyz Marshal (Pimred Media Kata Indonesia yang juga Kordinator Nasional GESIT),

Kordnas (Kordinator Nasional) GESIT, Hafyz Marshal mengatakan, gerakan deklarasi ini sebagai sarana edukasi dan persuasi warganet dalam meningkatkan dan memproduksi konten positif di lini media sosial sebagai wujud partisipasi dan kontribusi mensukseskan pembangunan dan kepemimpinan nasional 5 tahun mendatang melalui upaya lawan dan tangkal hoax serta radikalisme di Medsos dalam rangka mengukuhkan persatuan Indonesia dan kemajuan bangsa.

"Pemilu Sudah Selesai, Saatnya Bersatu Membangun Negeri. Mari Bersama Melawan Hoax dan Provokasi Yang Memecah Belah Persatuan Indonesia seperti propaganda radikalisme di medsos," kata Hafyz.

Senada dengan Hafyz, Influencer Sosial Media Mochamad Guntur Romli mengatakan saat ini masyarakat dibuat bingung dan resah pasca Pemilu 2019 dengan isu yang disebar di media sosial seperti isu SARA dan Radikalisme yang dapat menganggu kondusifitas jagad media publik dan rasa persaudaraan anak bangsa.

"Warganet harus bisa menangkal Paham Radikalisme Dengan Mempromosikan Keberagaman dan Keunggulan Bangsa di Media Sosial Demi Kemajuan Bangsa. Banyak keunggulan adi luhung bangsa ini yang bisa di eksplore oleh Warganet di Medsos yang dapat menumbuhkan optimisme," ujar Guntur Romli.

Ditempat sama, hal serupa disampaikan Anggota DPR RI F-PDI Perjuangan, Zuhairi Misraw, yang mengajak warganet harus membangun opini positif guna menumbuhkan optimisme.

"Mari kita rawat persatuan Indonesia Dengan Berdemokrasi Secara Kontruktif Melalui Narasi Yang Menumbuhkan Optimisme Bangsa," ujar Zuhairi Misrawi.

Zuhairi juga menambahkan bahwa masyarakat juga harus mendukung dan berkontribusi dalam mensukseskan pembangunan dan kepemimpinan nasional 5 tahun mendatang, karena sosial media memiliki peran yang krusial guna melakukan berbagai langkah persuasif secara masif dalam mengedukasi serta meliterasi berbagai kalangan masyarakat dalam menangkal konten konten negatif yang berbasis hoax dan penyebaran radikalisme yang mendistorsi semua upaya anak bangsa memajukan bangsanya.

Dari pantauan pewarta dilokasi acara, tampak Warganet pun bersama-sama mendeklarasikan gerakan posting konten positif. Berikut isi poin deklarasi diantaranya:

Pertama, siap menjaga Persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila Dan Undang-Undang Dasar 1945 serta merawat Kebhinekaan Bangsa Indonesia untuk Persatuan dan Kemajuan Bangsa.

Kedua, tidak akan menyebarkan berita Hoax dan ujaran kebencian atas dasar SARA maupun informasi provokatif serta menolak radikalisme di media sosial dengan memproduksi konten-konten Positip yang menumbuhkan optimisme untuk persatuan dan kemajuan Bangsa.

Ketiga, Siap bergotong royong mengawal demokrasi yang kontruktif diruang media publik demi suksesnya pembangunan dan kepemimpnan nasional 5 tahun kedepan Untuk persatuan dan kemajuan bangsa.(bh/amp)


 
Berita Terkait Hoax
 
Buzzer Pendukung Jokowi Merajalela, YLBHI: Demokrasi Terancam Punah!
 
GESIT Deklarasikan Gerakan Lawan Hoax dan Radikalisme di Sosmed
 
Boni Hargens: Politik Indonesia Sudah Masuk era 'Post-Truth Society'
 
Siarkan Berita Hoax Prabowo Kampanye di Padang, Andre Rosiade Akan Laporkan Metro TV ke Dewan Pers
 
Arief Poyuono: Pertengkaran dan Adu Domba Dirinya di Twitter dengan Ferdinan Hutahaean Adalah Hoax
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index




  Berita Terkini >>
 
Baru Dipolemikkan, Tiba-tiba Sri Mulyani Sebut Desa Fiktif Sudah Hilang
Baleg DPR Pinta Naskah Akademik dan Draf RUU yang Masuk dalam Omnibus Law
Korea Selatan: Sungai Memerah Tercemar Darah Bangkai Babi yang Dibunuh untuk Cegah Penyebaran Virus
Demonstrasi Hong Kong: Sekolah dan Universitas Ditutup karena Alasan Keamanan
Gawat Nih, Ketum Ikatan Guru Indonesia Imbau Guru Honorer Kompak Tinggalkan Ruang Kelas
Bos LJ Hotel Ternyata DPO PoldaSu Kasus Penipuan, Diminta Segera Ditangkap
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Baru Dipolemikkan, Tiba-tiba Sri Mulyani Sebut Desa Fiktif Sudah Hilang
Komisi IX Upayakan Iuran BPJS Kesehatan Peserta Mandiri Tidak Naik
Jelang Munas X Partai Golkar, Bamsoet Cooling Down agar Pendukungnya Tak Digeser dan Disingkirkan
Mafia Pangan Harus Diberantas
Ketum Anis Matta Sebut Partai Gelora Adalah Partai Islam dan Nasionalis
Rio Capella Sebut NasDem Restoran Politik, Zulfan Lindan: Dia Tidak Waras!
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]